Doktif Sentil Klaim Richard Lee Pingsan di Sel: Tipu Daya, Kita sebagai Dokter Tertawa

Polemik antara dokter kecantikan Richard Lee dan Dokter Detektif (Doktif) kembali memanas di tengah persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang.
Richard Lee mengaku sempat pingsan di dalam sel tahanan dan meminta pengalihan status penahanan karena alasan kesehatan. Namun, Doktif justru meragukan klaim tersebut.
>>> Sarwendah Siap Bertarung Habis-habisan demi Hak Asuh Anak
"Tiba-tiba pingsan, apakah pingsan itu menunjukkan gawat darurat medis? Kita sebagai dokter tentu tertawa melihat itu.
Tidak ada kegawatdaruratan medis sehingga tidak perlu tahanan kota atau rawat inap," ujar Doktif di Pengadilan Negeri Tangerang.
Doktif juga mengungkap pengalaman saat Richard Lee menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Menurutnya, Richard pernah berpura-pura sakit tepat ketika hendak dimasukkan ke ruang tahanan.
"Beliau sempat berpura-pura menggigil di dalam ruang pemeriksaan pada saat akan dibawa ke dalam ruang tahanan," kata Doktif.
Kejadian serupa terjadi lebih dari sekali. Keluhan yang disampaikan Richard saat itu berkaitan dengan penyakit asam lambung atau GERD.
Doktif menilai klaim tersebut bertolak belakang dengan aktivitas Richard Lee setelahnya. Keesokan hari, Richard justru terlihat membuat konten yang menunjukkan dirinya mengonsumsi minuman beralkohol.
"Beliau bilang sakit lambung, tetapi esokannya bisa membuat konten meminum miras bersama Bang Hotman Paris. Jadi tidak akan tertipu lagi dengan tipu daya bahwa dia sakit," imbuh Doktif.
>>> Munich Berlakukan Pembatasan Air, Pelanggar Denda Rp1 Miliar
Sebelumnya, kuasa hukum Richard Lee mengungkap bahwa kliennya sempat pingsan di dalam sel usai menghentikan konsumsi obat keras secara mandiri tanpa pengawasan medis.
Kondisi itu dijadikan alasan untuk mengajukan permohonan pengalihan status penahanan.
Richard Lee mengaku telah mengonsumsi obat antidepresan Amitriptyline selama empat bulan terakhir.
Ia menyatakan penghentian obat secara tiba-tiba dapat memicu gangguan kesehatan, namun tetap siap mengikuti proses persidangan jika mendapat penanganan medis yang memadai.
Saat ini Richard Lee menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Tangerang terkait dugaan peredaran produk White Tomato dan DNA Salmon yang tidak memenuhi standar keamanan serta ketentuan pelabelan.
Kasus ini bermula setelah Doktif melakukan uji laboratorium dan melaporkannya ke polisi.
>>> Kejagung Ungkap Keberadaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang Ditetapkan Tersangka
Richard Lee didakwa melanggar Pasal 435 Undang-Undang Kesehatan serta Pasal 62 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Ia masih berstatus tahanan di Lapas Pemuda Tangerang sembari menunggu proses persidangan.
Update Terbaru
Cara Ajukan KUR Mandiri 2026 Rp100 Juta Tenor 5 Tahun
Kamis / 16-07-2026, 08:21 WIB
Produser id Software: Industri Game Tak Akan Lahirkan WoW atau Morrowind Lagi
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Headset Razer Kraken Kitty V3 Pro Termurah Sepanjang Sejarah, Diskon Rp 1,7 Juta
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Greater Tunb, Pulau Strategis di Teluk Persia yang Jadi Target Serangan AS
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Bellingham Keplak Pemain Argentina Usai Laga, Otamendi Turun Tangan
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Ridwan Kamil Resmi Jadi Ayah Arkana Aidan Misbach, PA Bandung Ketok Palu
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Ketajaman Prediksi Masamune Shirow dalam Ghost in the Shell
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Tuchel Tak Menyesal Usai Inggris Kalah Dramatis dari Argentina
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Purbaya: Outlook Stabil S&P Bukan Hadiah, Tapi Hasil Kerja Pemerintah
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Dee Valladares Nominasi Tiga Penghuni Big Brother Season 28
Kamis / 16-07-2026, 08:08 WIB
Taylor Frankie Paul Hadapi Gugatan DCFS Utah soal Perlindungan Anak
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
Wacana SPP Kembali Diberlakukan di SMA/SMK Negeri Jabar Mengemuka
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
China Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Ungguli Neuralink
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB







