AS Gempur Sistem Rudal Iran dan Lumpuhkan Kapal Tanker di Selat Hormuz
Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu (15/7) setelah memberlakukan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang menuju pelabuhan Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) memulai serangan sekitar pukul 07.30 waktu setempat.
>>> Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Baru, Status Tersangka Febrie Tetap
Dalam pernyataan di X, CENTCOM menyebut serangan itu menargetkan sistem pertahanan pantai serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb Iran.
Operasi berlangsung selama 90 menit.
Militer AS menilai serangan itu berhasil mengurangi kemampuan Iran untuk menyerang kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, jalur perdagangan global yang vital.
Pada hari yang sama pukul 15.00, AS kembali meluncurkan serangan ke Iran.
CENTCOM menyatakan targetnya adalah kemampuan militer Iran yang digunakan untuk mengancam kapal yang melintas bebas di Selat Hormuz.
Selain itu, militer AS mengaku telah melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak tanpa muatan yang mencoba berlayar ke Pulau Kharg Iran.
Kapal itu diabaikan setelah beberapa peringatan, lalu pasukan AS menembakkan rudal Hellfire ke cerobong asapnya.
>>> Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Kamboja di SEA V Cup 2026
Respons Iran dan Pernyataan Trump
Tiga pejabat Gedung Putih mengatakan rentetan serangan AS bertujuan membuka paksa Selat Hormuz dan menargetkan kemampuan Iran sebelum operasi yang lebih kompleks.
Namun, analis menilai serangan itu sebagai alat untuk mendorong Iran bernegosiasi.
Presiden AS Donald Trump menyebut Iran sangat ingin menyelesaikan masalah. "Mereka tidak menyukai apa yang kita lakukan, dan mereka ingin menyelesaikan masalah ini," kata Trump, dikutip Reuters.
"Kita akan lihat apakah kita akan berdamai dengan mereka, atau kita akan menghabisi semuanya."
Menanggapi serangan, negosiator utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan keamanan Iran bergantung pada pemeliharaan kesepakatan.
"Kita sedang berada dalam perang yang penting dan menentukan eksistensi kita melawan Amerika," ujarnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah klaim Trump bahwa Teheran mengajukan perundingan.
>>> Ongkos Jaga Rupiah: Benarkah Bunga Tinggi Mulai Cekik Industri dan UMKM?
"Saat ini kami tak punya rencana untuk bernegosiasi dan fokus pada pertahanan," kata dia.
Update Terbaru
Bocoran Spek Lengkap Samsung Galaxy Z Fold8 dan Z Fold8 Ultra
Kamis / 16-07-2026, 09:41 WIB
Sulit Nonton The Odyssey Sesuai Keinginan Nolan, Ini Penjelasan CEO IMAX
Kamis / 16-07-2026, 09:16 WIB
The Odyssey Berpotensi Kalahkan Pembukaan Box Office The Dark Knight
Kamis / 16-07-2026, 09:15 WIB
Lenny Kravitz Ungkap Rahasia Tetap Bugar di Usia 62 Tahun
Kamis / 16-07-2026, 09:15 WIB
Stefon Diggs Balas Gugatan Teman yang Tuduh Dirinya Fitnah soal Ferrari
Kamis / 16-07-2026, 09:14 WIB
BPOM Siap Jadi Simpul Pengawasan Koperasi Desa Merah Putih
Kamis / 16-07-2026, 09:14 WIB
Argentina Terancam Sanksi FIFA Usai Pamer Poster 'Las Malvinas'
Kamis / 16-07-2026, 09:14 WIB
Kisah Yamal Dimandikan Messi Kembali Viral Jelang Final Spanyol vs Argentina
Kamis / 16-07-2026, 09:14 WIB
Menko Yusril: Pemerintah Tunggu DPR soal RUU Perampasan Aset
Kamis / 16-07-2026, 09:14 WIB
Satu Orang Tewas Usai Lompat dari Balai Kota Los Angeles
Kamis / 16-07-2026, 09:11 WIB
Spesifikasi Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia
Kamis / 16-07-2026, 09:11 WIB
Menyoal Mitos di Bulan Safar, Benarkah Membawa Petaka?
Kamis / 16-07-2026, 09:11 WIB
Harry Kane Kritik Taktik Bertahan Inggris Usai Kekalahan dari Argentina
Kamis / 16-07-2026, 09:08 WIB
Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol, Catat Tanggal dan Jam Tayang
Kamis / 16-07-2026, 09:07 WIB







