Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan pemerintahan Amerika Serikat agar tidak ikut campur dalam pemilu negara bagian Jerman yang akan datang.

Peringatan ini muncul setelah Departemen Luar Negeri AS mengumumkan skema pendanaan baru yang menyediakan hibah hingga 3 juta dolar AS untuk lembaga amal dan lembaga pemikir Eropa.

>>> US Mint Rilis Koin Peringatan Bergambar Trump untuk HUT ke-250 AS

Menurut pernyataan Departemen Luar Negeri AS, hibah tersebut dimaksudkan untuk mendukung mereka yang berupaya mendukung filosofi politik yang selaras dengan kedaulatan nasional, kontrol migrasi, dan warisan Barat.

Merz menegaskan bahwa Jerman tidak ikut campur dalam proses politik Amerika dan mengharapkan batasan yang sama dihormati sebaliknya.

"Untuk bagian kami, kami tidak ikut campur dalam pemilu Amerika," ujar Friedrich Merz, Kanselir Jerman.

Ia menekankan bahwa lembaga pemerintah asing seharusnya tidak terlibat dalam proses demokrasi nasional.

"Sebaliknya, saya tidak ingin pemerintah Amerika atau lembaga yang dekat dengan pemerintah ikut campur dalam pemilu Jerman," tambahnya.

>>> Ragnarok: The New World Resmi Open Beta Hari Ini, 16 Juli 2026

Program hibah tersebut dilaporkan dikelola oleh Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Tenaga Kerja Departemen Luar Negeri AS.

Mantan pejabat AS menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan upaya yang disengaja untuk mengarahkan dana pemerintah guna mendukung faksi sayap kanan di Eropa.

Seorang mantan pejabat mengungkapkan kekhawatiran bahwa pendanaan tersebut dapat mengganggu keadilan pemilu Eropa dengan mendukung gerakan politik tertentu secara tidak proporsional.

"Tampaknya ada upaya dari Departemen Luar Negeri untuk memengaruhi pemilu di Eropa, memberikan keuntungan tidak adil kepada partai sayap kanan dengan sumber daya yang biasanya tidak mereka dapatkan," ujar mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS.

Inisiatif AS ini menyusul sejumlah kritik keras terhadap kebijakan Eropa Barat oleh tokoh-tokoh Amerika, seperti Wakil Presiden JD Vance.

>>> 5 Tablet Xiaomi Terbaru 2026, Harga Mulai Rp2,8 Jutaan

Pejabat AS juga telah memperkuat hubungan dengan kelompok konservatif dan sayap kanan jauh di seluruh Eropa, sementara Jerman memberlakukan larangan hukum yang ketat terhadap pendanaan asing untuk partai politik domestik.