Aktor Jim Parsons mengungkapkan bahwa kebiasaan kaku dan obsesifnya membuat ia kehilangan banyak momen berharga dalam hidup saat meraih ketenaran lewat serial The Big Bang Theory.

Dalam podcast "All Out with Jon Dean" pada Kamis, 16 Juli 2026, Parsons bercerita bahwa tekanan untuk mempertahankan momentum kariernya justru memicu tekanan emosional yang berat.

>>> Sounders vs Timbers: Rivalitas Cascadia Kembali Bergema di Lumen Field

"Saya sadar sekarang bahwa di beberapa momen terbaik hidup saya, saya justru menderita," kata Parsons.

Ia menggambarkan perjuangan terus-menerus untuk mengelola lonjakan popularitas di Hollywood yang menurutnya hanya bisa dipertahankan dengan kerja keras berlebihan.

"Saya tidak bahagia. Saya stres," ujarnya.

Parsons merasa terbebani untuk mempertahankan pencapaiannya melalui disiplin ekstrem.

"Saya merasa ada begitu banyak piring yang harus saya jaga agar tetap di udara, dan kesuksesan serta hal baik dalam hidup hanya terjadi karena kerja keras berlebihan...

disiplin dan sebagainya," jelasnya.

Merenungkan masa penuh tekanan itu, Parsons mempertanyakan apakah pola pikirnya yang intens benar-benar diperlukan.

"Mungkin sampai batas tertentu itu benar. Saya tidak tahu," katanya.

Aktor itu menegaskan bahwa ia tidak akan mengulangi gaya hidup melelahkan itu meskipun dibayar berapa pun.

"Saya tidak akan melakukannya lagi untuk uang sebanyak apa pun... karena itu membuat stres dan kadang menyengsarakan.

Saya membuat diri saya sengsara," ungkapnya.

Pembawa acara Jon Dean bertanya apakah tekanan itu berasal dari etos kerja Parsons sendiri.

Parsons menjelaskan bahwa perilakunya melampaui komitmen standar terhadap profesinya.

"Jika Anda mau menyebutnya begitu," jawab Parsons.

>>> Model AI Prediksi Gangguan Tropis Bergerak ke Pantai Teluk Tengah