Aktor Jim Parsons mengungkapkan bahwa ketenaran yang ia raih lewat sitkom The Big Bang Theory membawa dampak pribadi yang berat.

Ia mengalami perilaku obsesif-kompulsif yang membuatnya stres dan sengsara.

>>> Apple TV+ Tambah Michelle Buteau dan Simu Liu ke Komedi Elizabeth Banks

Pengakuan itu disampaikan Parsons dalam sebuah podcast pada 16 Juli 2026. Ia memerankan Dr. Sheldon Cooper selama 12 musim, dari 2007 hingga 2019.

"Saya melihat ke belakang dan menyadari bahwa di beberapa momen terbaik hidup saya, saya justru sengsara," kata Parsons.

Pemenang Emmy ini menjelaskan bahwa ia merasa tekanan besar untuk mempertahankan momentum kariernya. Tekanan itu mendorongnya untuk bekerja berlebihan.

"Saya tidak bahagia. Saya stres," ujarnya.

Parsons merasa harus mengelola banyak tanggung jawab sekaligus untuk mempertahankan kesuksesannya. "Saya merasa ada begitu banyak piring yang harus saya jaga agar tetap berputar," katanya.

>>> Christopher Nolan Bawa Konsep Troy 20 Tahun Lalu ke Film The Odyssey

Ia mengakui bahwa etos kerja kerasnya berkontribusi pada pencapaiannya, namun ia tidak akan mengulangi pengalaman itu. "Saya tidak akan melakukannya lagi untuk uang sebanyak apa pun," tegas Parsons.

Parsons menyebut bahwa disiplinnya terkait erat dengan kecenderungan obsesif. "Itu sebenarnya perilaku obsesif," jelasnya.

Ia mengembangkan rutinitas mental yang kaku untuk mengatasi tuntutan pekerjaan. "Saya punya daftar hal di kepala yang harus saya selesaikan agar merasa nyaman," ungkapnya.

Gaya hidup ketat itu membuatnya melewatkan banyak pengalaman pribadi. Meski demikian, Parsons mengakui bahwa masa sulit itu membentuk posisinya saat ini.

"Saya tidak tahu apakah tekanan sebesar itu benar-benar diperlukan untuk sukses," katanya merenung.

>>> Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Anak Maluku Jadi Prioritas

Rekan mainnya, Kaley Cuoco, sebelumnya menyebut serial itu sebagai salah satu masa terbaik dalam hidupnya. The Big Bang Theory menayangkan episode terakhir pada 16 Mei 2019.