Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa ada negara asing yang berupaya memengaruhi negosiasi antara Washington dan Teheran.

Pengakuan ini disampaikan melalui Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.

>>> Anak dan Istri Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Dikucilkan, Diungsikan

Leavitt menyatakan bahwa Trump setuju dengan pernyataan Wakil Presiden JD Vance mengenai adanya intervensi asing. Sebelumnya, Vance menyebut Israel sebagai negara yang berusaha menggagalkan perundingan.

"Presiden tentu setuju bahwa negara-negara asing memang berusaha memengaruhi opini publik Amerika. Tidak diragukan lagi soal itu.

Saya rasa itu adalah fakta yang sangat mendasar," kata Leavitt, Jumat (17/7/2026).

Leavitt menegaskan tidak ada perbedaan pandangan antara Trump dan Vance terkait Iran. Keduanya memiliki sikap yang sejalan dalam menghadapi Teheran.

Serangan Militer dan Peluang Diplomasi

Gedung Putih juga menjelaskan alasan di balik serangan terbaru AS ke Iran. Menurut Leavitt, langkah militer itu dipicu oleh pelanggaran nota kesepahaman oleh Iran.

>>> Casio Rilis Jam Tangan Retro Baru dengan Dial Bersih dan Baja Tahan Karat di AS

Pelanggaran tersebut berupa serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia.

"Trump tidak akan tinggal diam dan membiarkan aksi-aksi terorisme terjadi di wilayah tersebut tanpa memastikan bahwa musuh menerima konsekuensinya," tegas Leavitt.

Meski demikian, pemerintah AS masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Leavitt mengatakan pendekatan diplomatik tetap menjadi opsi selama tujuan utama tercapai, yakni memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Pernyataan ini menunjukkan keseimbangan antara tekanan militer dan diplomasi dalam kebijakan AS terhadap Iran.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 18 – 19 Juli 2026

Washington siap mengambil tindakan terhadap ancaman keamanan, namun tetap membuka ruang dialog untuk mencapai kesepakatan yang menjamin stabilitas kawasan.