Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Ford dan General Motors (GM) sedang dalam pembicaraan dengan kontraktor pertahanan untuk kemungkinan mengalihkan sebagian kapasitas pabrik otomotif ke produksi senjata, termasuk rudal Patriot dan Tomahawk.

Langkah ini menjadi perubahan mencolok bagi perusahaan yang lebih dikenal dengan truk pikap, SUV, dan kendaraan komersial.

>>> Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Hal ini juga memunculkan pertanyaan tentang dampak lingkungan ketika pabrik sipil diminta mendukung rantai pasokan militer yang lebih cepat.

GM telah mengonfirmasi bahwa Departemen Perang membantu memfasilitasi diskusi dengan perusahaan seperti Lockheed Martin.

Sementara itu, Ford mengatakan sedang berbicara dengan pemerintah dan mitra potensial, tetapi "tidak ada proyek yang final."

Detroit Masuk Mode Pertahanan

Trump menyatakan kepada wartawan bahwa pemerintahannya "sedang membangun senjata" dan beberapa produsen mobil bisa membuat kesepakatan untuk "membangun rudal" jika memiliki kapasitas berlebih.

Ia juga menyebut GM memiliki pabrik yang bisa dialihkan, meskipun belum ada pengumuman proyek spesifik.

Perbedaan antara pernyataan presiden dan realitas pabrik penting dicatat. Komentar presiden bisa menggerakkan pasar dan politik, tetapi konversi pabrik membutuhkan kontrak, rekayasa, izin, dan waktu.

Trump juga kembali mengkritik kontraktor pertahanan yang menghabiskan banyak dana untuk pembelian kembali saham alih-alih kapasitas produksi.

Pada Januari, Gedung Putih mengeluarkan perintah eksekutif yang membatasi pembelian kembali saham pada kontrak pertahanan selama periode kinerja buruk atau kecepatan produksi tidak memadai.

GM Bergerak Lebih Dulu

Langkah paling jelas adalah nota kesepahaman baru antara GM Defense dan Lockheed Martin.

Kedua perusahaan akan mengeksplorasi cara menggabungkan pengalaman produksi pertahanan Lockheed dengan kemampuan manufaktur komersial berkecepatan tinggi GM.