Pasar otomotif Indonesia mengalami pergeseran besar. Sebanyak 41% konsumen di Indonesia telah berganti merek mobil, menjadikannya tingkat perpindahan merek tertinggi di Asia Tenggara.

Temuan ini terungkap dalam studi terbaru Deloitte berjudul "2026 Global Automotive Consumer Study". Studi tersebut mengungkap perubahan signifikan dalam preferensi konsumen otomotif di kawasan.

>>> Menuju Wajib Halal 2026, Menperin Agus Gumiwang Perkuat Daya Saing Industri Kemasan Nasional

Minat terhadap kendaraan energi baru (NEV) di Indonesia menunjukkan tren positif.

Sekitar 42% konsumen Indonesia menyatakan ketertarikan pada mobil hybrid dan listrik (EV), menempatkan Indonesia di peringkat ketiga Asia Tenggara.

Sementara itu, preferensi terhadap kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) turun 7%. Ini merupakan penurunan terbesar di Asia Tenggara, menandakan peralihan yang cepat menuju kendaraan ramah lingkungan.

>>> UE Desak Google Buka Akses Android untuk Chatbot AI Pesaing Gemini

Biaya Pengisian Daya dan Teknologi Jadi Faktor Utama

Biaya pengisian daya menjadi pertimbangan krusial bagi konsumen Indonesia. Sebanyak 90% responden menilai faktor ini sangat penting dalam keputusan pembelian kendaraan listrik.

Selain itu, 81% konsumen Indonesia tertarik pada software-defined vehicle (SDV). Angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara, menunjukkan besarnya minat terhadap teknologi kendaraan pintar.

>>> Ben Shapiro Beralih dari Kematian Lindsey Graham ke Promosi dalam Hitungan Detik

Studi Deloitte ini memberikan gambaran jelas tentang perubahan lanskap otomotif di Indonesia. Loyalitas merek menurun drastis, sementara adopsi kendaraan listrik dan teknologi digital semakin meningkat.