Mantan senior encounter designer Elder Scrolls Online, Morgan Goin, menyatakan bahwa studio tidak akan bisa mempertahankan kecepatan rilis konten seperti sebelumnya.

Ia adalah salah satu developer yang terkena PHK dari Zenimax Online Studios.

>>> Super Mario 64 Berhasil Dijalankan di Konsol Termahal Era 90-an, Meski 'Agak' Fungsional

Microsoft kembali melakukan PHK untuk kelima kalinya sejak mengakuisisi Activision Blizzard senilai $75 miliar pada 2023.

Gelombang PHK kali ini menghantam Zenimax Online Studios dan id Software, dengan laporan bahwa hingga setengah dari developer MMO Bethesda kehilangan pekerjaan.

Bethesda sempat mengeluarkan pernyataan bahwa tim mereka tetap sama besar seperti tahun 2015. Namun, para developer memberikan gambaran berbeda.

Goin mengatakan kepada BBC News bahwa ia "terkejut" dengan jumlah PHK yang besar. Ia memperkirakan beberapa divisi di studio kini hanya memiliki seperempat dari jumlah staf sebelum PHK.

>>> Netflix Rilis Serial Komedi Golf The Hawk Dibintangi Will Ferrell

"Kami tidak akan mampu merilis konten sebanyak dan secepat yang dulu… atau mendekati itu," ujar Goin.

Andrew Young, senior content designer Elder Scrolls Online dari 2012 hingga 2024, mengatakan bahwa MMO tersebut "pada dasarnya mendanai proyek-proyek lain yang gagal."

Meski tidak disebutkan secara spesifik, Elder Scrolls Blades dan Legends tidak meraih kesuksesan besar.

PHK tahun ini juga menyebabkan kepergian sejumlah petinggi Zenimax Online Studios, termasuk kepala studio Joseph Burba, produser eksekutif Susan Kath, game director Rich Lambert, dan production director Ala Diaz.

>>> Carlos Alcaraz Masuk Daftar Cincinnati Open Usai Pulih dari Cedera

Para developer yang di-PHK menyebut hilangnya pengetahuan institusional sebagai "sangat mengejutkan." Mereka menilai pembuatan game Fallout dan Elder Scrolls kini akan lebih sulit dari sebelumnya.