Uni Eropa kembali menekan raksasa teknologi. Kali ini, Komisi Eropa meminta Google membuka akses sistem operasi Android bagi chatbot AI dari pengembang lain.

Permintaan tersebut tertuang dalam panduan baru Digital Markets Act (DMA). Tujuannya agar asisten AI seperti Gemini tidak memiliki keunggulan tidak adil dibandingkan kompetitor.

>>> Ben Shapiro Beralih dari Kematian Lindsey Graham ke Promosi dalam Hitungan Detik

Akses Hotword dan Data Google Search

UE menginginkan pengguna Android bisa menggunakan hotword seperti "Hey Google" atau "Okay Google" untuk memanggil chatbot pihak ketiga.

Selain itu, akses terhadap data dari Google Search juga harus dibuka. UE menilai monopoli Google atas informasi pencarian dan integrasi sistem menghambat kebebasan pengguna memilih asisten AI.

Google menolak keras tuntutan ini. Perusahaan beralasan bahwa membuka akses semacam itu dapat mengancam privasi dan keamanan pengguna.

Kekhawatiran Google kemungkinan terkait perluasan kemampuan Gemini yang kini bisa mengakses data dari berbagai layanan Google. Belum jelas apakah mandat UE akan mencakup area tersebut.

>>> Pipa Air Pecah, Jalanan West Hollywood Tergenang Banjir

Dampak ke Pasar AS

Meski UE tidak memiliki yurisdiksi di AS, kebijakan di Eropa kerap memengaruhi pasar global. Contohnya mandat USB-C yang akhirnya diadopsi secara luas.

Namun, karena kali ini menyangkut perangkat lunak, perubahan bisa lebih mudah diterapkan per wilayah. Kemungkinan besar pengguna AS tidak akan merasakan dampak langsung.

Tekanan justru bisa datang dari perusahaan AI pesaing dan konsumen.

Jika pengguna AS melihat kebebasan yang dinikmati pengguna di Eropa, mereka mungkin mendesak Google untuk memberikan hal serupa.

>>> Google Hapus Nama NotebookLM, Ganti Jadi Gemini Notebook

Pertarungan ini masih berada di tahap awal. Namun, UE menunjukkan keseriusannya untuk terus mengawasi praktik big tech di berbagai bidang, termasuk AI.