Citi meluncurkan produk baru bernama Digital Depositary Receipts (DDR) yang ditujukan untuk saham perusahaan tertutup.

Inovasi ini dirancang untuk membuka akses pendanaan dan likuiditas bagi perusahaan non-publik.

>>> 41% Konsumen Indonesia Ganti Merek Mobil, Minat EV Tertinggi di Asia Tenggara

Langkah tersebut sekaligus memperluas pilihan investasi bagi investor global.

Peluncuran DDR menjadi terobosan di tengah tren perusahaan yang semakin lama menunda penawaran umum perdana saham (IPO).

Dengan DDR, perusahaan tertutup dapat memperoleh pendanaan tanpa harus melalui proses IPO yang kompleks.

Investor pun mendapatkan akses lebih mudah ke saham perusahaan yang sebelumnya sulit diperdagangkan.

>>> Menuju Wajib Halal 2026, Menperin Agus Gumiwang Perkuat Daya Saing Industri Kemasan Nasional

Citi berharap DDR dapat menjadi solusi bagi perusahaan yang ingin tetap privat namun tetap membutuhkan suntikan modal.

Produk ini juga diharapkan mendorong transformasi pendanaan di pasar modal digital.

DDR merupakan salah satu langkah Citi dalam mengembangkan layanan jasa keuangan berbasis teknologi.

>>> UE Desak Google Buka Akses Android untuk Chatbot AI Pesaing Gemini

Ke depannya, inovasi serupa diprediksi akan semakin banyak bermunculan di industri keuangan global.