DPR Amerika Serikat pada Rabu menyetujui RUU pendanaan Departemen Luar Negeri yang dikaitkan dengan Save America Act.

Langkah ini merupakan upaya Partai Republik untuk memberlakukan pembatasan pemilu secara federal.

>>> Calon Kepala CDC Berjanji Jaga Integritas Ilmiah dalam Sidang Konfirmasi

Save America Act bertujuan melarang surat suara melalui pos dan memperketat persyaratan identifikasi pemilih. RUU tersebut disahkan melalui voting 217-209 setelah tekanan dari mantan Presiden Donald Trump.

Kini RUU tersebut menghadapi jalan buntu di Senat yang dikuasai Partai Demokrat. Ketua Mayoritas Senat Chuck Schumer menegaskan bahwa RUU itu akan mati di Senat.

"Saya akan mengatakannya sebanyak yang diperlukan: Save America Act mati begitu tiba di Senat," ujar Schumer.

>>> Kode Redeem FC Mobile Juli 2026: Klaim Player Pack Gratis 115-118 OVR

Penolakan di Senat diperkirakan akan memicu ketegangan antar kamar kongres. Hal ini berpotensi mengancam penutupan pemerintah jika Partai Republik terus mengaitkan pembatasan pemilu dengan pendanaan lembaga penting.

Anggota DPR dari Partai Republik, Anna Paulina Luna, memperingatkan bahwa jika Senator John Thune menghapus RUU tersebut di Senat, maka ia harus diawasi dan partainya di negara bagian harus memberikan sanksi.

"Jika John Thune menghapusnya di Senat, itu akan menjadi tanggung jawabnya dan seluruh negara harus menyaksikan apa yang dia lakukan," kata Luna.

>>> Kode Pokemon GO Terbaru Juli 2026 untuk Avatar Eksklusif

Para penentang berpendapat bahwa pembatasan pemilu dapat menghilangkan hak pilih pemilih yang memenuhi syarat. Sementara pendukungnya mengklaim langkah itu mencegah warga non-warga negara untuk memilih.