Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan untuk mengurangi anggaran pertahanan dan kepolisian demi mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya serentak di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

>>> Galaxy Z Fold 8 Ultra Edisi Lionel Messi dari Caviar Sudah Dijual Sebelum Peluncuran

Menurutnya, efisiensi anggaran akan terus dilakukan pemerintah. Penghematan belanja negara bisa dialokasikan untuk menghapus kemiskinan dan kelaparan, termasuk kemiskinan ekstrem.

"Kita hilangkan kemiskinan dan kelaparan, apalagi kemiskinan ekstrem. Insyaallah, kita akan hemat anggaran.

Bila perlu anggaran pertahanan, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian bertanya langsung kepada jajaran TNI dan Polri yang hadir apakah bersedia jika anggaran institusinya dikurangi. "Rela TNI?

Rela polisi? Rela ya?

>>> DNA Ungkap Asal Usul Bahasa Indo-Eropa, Bukan dari Stepa?

Ikhlas?" katanya.

Proyeksi Ekonomi Indonesia

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung proyeksi lembaga internasional yang memperkirakan Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar dunia pada 2045-2050.

Ia menyebut Indonesia diprediksi berada di posisi keempat di bawah China, Amerika Serikat, dan India, mengungguli Jepang, Inggris, Prancis, serta Brasil.

Menurut Prabowo, pemerintah harus mulai menyiapkan kualitas sumber daya manusia sejak sekarang. "Anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, nanti umur 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia.

>>> Studi Lancet: Wanita 35-49 Tahun Berisiko Alami Infertilitas Tinggi

Jadi kalau tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana menjadi negara keempat terbesar di dunia," ujarnya.