Milisi Houthi yang mengendalikan Yaman secara resmi mengumumkan blokade laut untuk Arab Saudi pada Senin (20/7/2026).

Blokade itu disebut sebagai bentuk pembalasan atas provokasi yang dilakukan Saudi terhadap Yaman.

>>> Gong Yoo Gelar Fan Meeting di Istora Senayan 17 Oktober

"Embargo maritim terhadap musuh kriminal Saudi berdasarkan peribahasa 'mata dibalas mata' segera berlaku setelah pernyataan ini dikeluarkan," demikian pernyataan Houthi dikutip Reuters.

Houthi menegaskan bahwa blokade merupakan respons atas serangan dan pengepungan Saudi terhadap Yaman selama hampir 12 tahun.

Mereka menuduh Saudi menjarah sumber daya Yaman serta menerapkan blokade menyeluruh di pelabuhan dan bandara Yaman.

Latar Belakang Konflik

Beberapa waktu terakhir, Houthi dan Saudi saling serang di tengah perang antara Amerika Serikat dan Iran.

>>> 16 Pahlawan Anime yang Bisa Mengalahkan Spider-Man dengan Mudah

Houthi merupakan milisi yang didukung Iran, sementara Saudi memiliki perjanjian pertahanan strategis dengan AS.

Pekan lalu, Saudi meluncurkan serangan ke bandara Sana'a Yaman setelah mendapat restu Presiden AS Donald Trump.

Perdana Menteri Mohammed bin Salman dilaporkan berkomunikasi dengan Trump sebelum serangan dilancarkan.

Juru bicara Houthi Yahya Saree menyebut serangan itu sebagai agresi terang-terangan yang menggugurkan kesepakatan gencatan senjata informal sejak Maret 2022.

>>> 18 Anime Fantasi Terbaik untuk Penggemar Frieren: Beyond Journey's End

Houthi kemudian melancarkan operasi balasan dengan menggempur Bandara Internasional Abha di Arab Saudi menggunakan rudal balistik dan drone.