Serangan rudal balistik Iran pada Sabtu (18/7) lalu ke Yordania ternyata menghantam unit hunian prefabrikasi yang digunakan sebagai asrama pasukan Amerika Serikat.

The Wall Street Journal melaporkan dua pejabat AS mengungkap serangan balasan Iran itu menyasar Pangkalan Udara Muwaffaq Salti.

>>> Harga Emas Antam Turun Rp9 Ribu Jadi Rp2,601 Juta Per Gram

Pangkalan militer itu digempur tiga serangan rudal terpisah dalam kurun waktu 24 jam.

Dikutip Al Jazeera, laporan itu juga menyebutkan semula dua tentara AS dilaporkan tewas. Namun, belakangan jenazah seorang korban ketiga ditemukan dan masih dalam proses identifikasi.

Kronologi Serangan

Serangan pertama dilaporkan menghantam gedung pusat kebugaran (gym) di pangkalan itu tak lama setelah sirene peringatan berbunyi. Beberapa personel mengalami luka-luka ketika berusaha mencari perlindungan.

Rudal Iran kedua kemudian menghantam hanggar pesawat yang sedang kosong. Sementara itu, rudal ketiga menghantam unit hunian kontainer yang dijadikan tempat tidur para tentara AS.

>>> Putri KW Bersyukur Usai Singkirkan Wakil Tuan Rumah di China Open

Pentagon telah mengidentifikasi dua personel yang tewas: First Lieutenant Tyler J. Feehan dari Hawaii dan Prajurit Isabella Gonzales dari Texas.

Satu korban lainnya belum teridentifikasi dan satu personel militer AS lainnya masih dinyatakan hilang.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan membalas Iran habis-habisan jika ada lagi prajurit AS yang tewas.

Dalam unggahan di Truth Social, Senin (20/7), Trump menyatakan telah memerintahkan seluruh pemimpin militer untuk mengambil tindakan tegas terhadap Iran.

>>> Fun Games dan Cek Kesehatan Gratis Meriahkan Wellnest Festival 2026

"Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar mahal atas pembunuhan itu berkali-kali lipat," tulis Trump, seperti dikutip Anadolu Agency.