Presiden Iran Nyatakan Perang Skala Penuh Lawan AS, Siap Hadapi Konsekuensi
Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terbuka menyatakan bahwa negaranya kini berada dalam fase perang skala penuh melawan Amerika Serikat.
Pernyataan ini menandai eskalasi signifikan dalam hubungan kedua negara.
>>> Dokter Tifa Sindir Saksi Jokowi: Siap-siap Bawa Pampers
"Kenyataannya, hari ini kami sedang terlibat dalam perang skala penuh," kata Pezeshkian, dikutip Selasa (21/7/2026).
Ia menegaskan bahwa situasi saat ini bukan lagi sekadar ketegangan politik atau konflik terbatas.
Pezeshkian juga mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi seluruh konsekuensi yang muncul. "Kita harus bersikap realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," lanjutnya.
Eskalasi Militer AS di Iran
Pernyataan Presiden Iran itu menyusul manuver terbaru dari Presiden AS Donald Trump yang dilaporkan mempertimbangkan perluasan operasi militer terhadap Iran.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi meningkatkan tekanan di tengah memburuknya situasi keamanan Timur Tengah.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukannya kembali melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran.
>>> Vivo S2 Dikabarkan Meluncur Agustus 2026 di India, Suksesor Vivo S1
Operasi tersebut dirancang untuk melemahkan kemampuan militer Iran yang disebut digunakan dalam serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak global.
Serangan AS ini menandai berlanjutnya eskalasi konflik yang telah mengganggu stabilitas kawasan dan memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.
Media Iran melaporkan sejumlah ledakan terjadi di berbagai wilayah setelah operasi militer AS. Ledakan terdengar di Isfahan, Chabahar, Konarak, dan Bandar Abbas.
Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan. Namun, laporan ledakan di beberapa titik penting menunjukkan operasi militer menjangkau sejumlah lokasi strategis di Iran.
>>> Ramalan Zodiak 21 Juli: Libra Jangan Iri, Sagitarius Waspadai Rayuan
Eskalasi terbaru ini menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik global, termasuk perdagangan energi, jalur pelayaran internasional, dan kondisi ekonomi dunia jika konflik terus berlanjut.
Update Terbaru
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Panduan Usia dan Cara Memilih Sabun Cuci Muka Acnes yang Tepat
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Stop Facial Bulanan, Dokter Rekomendasikan 4 Serum untuk Kecilkan Pori-pori
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Panduan Benar: Apakah Setelah Pakai Viva Milk Cleanser Perlu Cuci Muka?
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Video Baru Mungkin Jadi Rekam Terakhir Nolan Wells Sebelum Hilang
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB
Alasan Persib Ngotot Rebut Mariano Peralta dari Persija
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB







