Negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN mulai 'megap-megap' merasakan dampak penutupan Selat Hormuz akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran yang belum berakhir.

Dalam pernyataan bersama, para Menteri Luar Negeri ASEAN menyatakan bahwa negara-negara Asia Tenggara menjadi yang paling terpukul akibat penutupan total jalur penting tersebut.

>>> Prabowo: Jaminan Kesehatan Nasional Jangkau Nyaris 100 Juta Warga

Mereka kembali menegaskan 'sangat prihatin' atas konflik yang kembali memanas antara AS dan Iran.

Kekhawatiran terhadap Ketahanan Energi

ASEAN menyampaikan 'kekhawatiran serius' bahwa permusuhan yang kembali memanas mengancam ketahanan energi di kawasan.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi sekitar 60 persen pasokan energi kawasan Asia.

>>> 14 Daerah di Jatim Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Para Menlu ASEAN menyatakan bahwa pertempuran AS dan Iran yang kembali pecah mengakibatkan 'implikasi lebih lanjut' terhadap perdagangan, energi, dan ketahanan pangan.

Stabilitas rantai pasokan pertanian dan pupuk menjadi perhatian khusus akibat penutupan Selat Hormuz.

Awal tahun ini, sejumlah negara yang kekurangan energi mengambil langkah radikal untuk menjaga perekonomian, bahkan Filipina sampai mendeklarasikan keadaan darurat nasional.

>>> Momen Yamal Satu-satunya Pemain Spanyol yang Dipeluk Raja Felipe VI

Pernyataan bersama para Menlu ASEAN menekankan bahwa perkembangan ini melemahkan upaya mediator utama dan mengurangi prospek penyelesaian damai melalui dialog dan diplomasi.