Iran Serang Instalasi Militer AS di Kuwait dengan Drone Kamikaze
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan kedua yang mengklaim telah melancarkan serangan lanjutan terhadap sejumlah target militer Amerika Serikat di Kuwait pada Selasa (21/7).
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Iran Tasnim, IRGC mengklaim pasukannya berhasil menghancurkan sejumlah instalasi utama militer AS di Kuwait.
>>> Miftah Bantah Terima Rp100 Juta dari Kasus Korupsi Rel Kereta
"Keamanan di kawasan telah terganggu akibat tindakan pasukan teroris Amerika Serikat.
Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran berupaya memulihkan keamanan dan stabilitas kawasan melalui operasi melawan AS," demikian bunyi pernyataan IRGC tersebut.
Target Serangan
Beberapa instalasi utama yang menjadi sasaran antara lain radar peringatan dini, sistem radar pertahanan rudal, radar FPS-117, sistem pertahanan udara Patriot, serta sistem komunikasi satelit pertahanan udara di Pangkalan Ahmed Al Jaber.
Selain itu, IRGC juga menargetkan gedung administrasi dan antena pencari arah di Camp Arifjan, area parkir helikopter di Camp Al Adiri, serta fasilitas tempat tinggal personel militer di Pangkalan Ahmed Al Jaber.
Dikutip Al Jazeera, IRGC menyatakan operasi tersebut bertujuan melumpuhkan cakupan radar di kawasan sebagai persiapan untuk serangan rudal dan drone berikutnya.
>>> Menkomdigi Apresiasi TVRI Jadi Official Broadcaster Piala Dunia 2026
IRGC juga mengklaim serangan-serangan itu menggunakan drone bunuh diri (kamikaze).
AS telah melancarkan rentetan serangan udara ke Iran selama sepuluh hari terakhir hingga membuat kedua negara kembali berada dalam status perang, terlepas dari gencatan senjata yang telah disepakati sejak April lalu.
Iran dan AS bahkan baru saja meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang di Swiss pada Juni lalu.
MoU itu sebagai fondasi untuk melanjutkan perundingan damai selama 60 hari ke depan.
>>> Raja Felipe VI Pidato Emosional Usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Namun, perang kembali pecah setelah AS menuduh Iran melanggar kesepakatan lantaran Selat Hormuz masih belum sepenuhnya normal.
Update Terbaru
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 22 Juli 2026 ada Asmara Gen Z Diposisi 7
Selasa / 21-07-2026, 17:00 WIB
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Panduan Usia dan Cara Memilih Sabun Cuci Muka Acnes yang Tepat
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Stop Facial Bulanan, Dokter Rekomendasikan 4 Serum untuk Kecilkan Pori-pori
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Panduan Benar: Apakah Setelah Pakai Viva Milk Cleanser Perlu Cuci Muka?
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Video Baru Mungkin Jadi Rekam Terakhir Nolan Wells Sebelum Hilang
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB







