Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim berhasil menghantam fasilitas perusahaan teknologi Amerika Serikat, Amazon, di Bahrain.

IRGC mengumumkan bahwa rudal jelajah yang diluncurkan tepat mengenai fasilitas komersial Amazon.

>>> Xiaomi 18 Series Siap Rilis September, Saingi iPhone 18 Pro

Kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa IRGC mengklaim pasukan udaranya telah menghancurkan infrastruktur pusat data Amazon menggunakan rudal jelajah.

Serangan itu disebut sebagai balasan atas serangan AS baru-baru ini terhadap infrastruktur sipil di Darkkhovin.

Serangan Balasan Iran

Sebelumnya, IRGC mengatakan pasukannya berhasil menghancurkan sejumlah instalasi utama militer AS di Kuwait.

"Keamanan di kawasan telah terganggu akibat tindakan pasukan teroris Amerika Serikat.

>>> Geger! Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Meledak, Identitas Pemilik dan Nasib Korban Jadi Sorotan

Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran berupaya memulihkan keamanan dan stabilitas kawasan melalui operasi melawan AS," demikian pernyataan IRGC.

Instalasi yang dihantam antara lain radar peringatan dini, sistem radar pertahanan rudal, radar FPS-117, sistem pertahanan udara Patriot, serta sistem komunikasi satelit pertahanan udara di Pangkalan Ahmed Al Jaber.

IRGC juga menargetkan gedung administrasi dan antena pencari arah di Camp Arifjan, area parkir helikopter di Camp Al Adiri, serta fasilitas tempat tinggal personel militer di Pangkalan Ahmed Al Jaber.

Dikutip Al Jazeera, IRGC menyatakan operasi tersebut bertujuan melumpuhkan cakupan radar di kawasan sebagai persiapan serangan rudal dan drone berikutnya.

>>> Thom Haye Bertekad Akhiri Kutukan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

IRGC juga mengklaim serangan-serangan itu menggunakan drone bunuh diri (kamikaze).