Peristiwa ledakan dahsyat yang mengguncang kawasan perumahan elite Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (20/7/2026), menyisakan duka mendalam dan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Bangunan megah yang hancur lebur dan rata dengan tanah dalam sekejap ini bukan hanya menarik perhatian karena skala kerusakannya yang masif, tetapi juga memunculkan rasa penasaran publik: siapa sebenarnya sosok pemilik rumah mewah tersebut?
 
Hingga Selasa (21/7/2026), identitas sang pemilik rumah masih menjadi misteri. Pihak kepolisian setempat memilih untuk bungkam dan belum membeberkan nama maupun latar belakang sang empunya hunian mewah tersebut kepada publik. Namun, di balik tirai kerahasiaan identitas itu, terungkap fakta memilukan mengenai nasib para penghuni yang diduga kuat masih berada di dalam bangunan saat insiden maut itu terjadi.
 

Kapolrestabes Medan Ungkap Fakta di Lapangan

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak, memberikan pernyataan yang membuat publik semakin prihatin. Berdasarkan informasi awal yang dikumpulkan oleh tim penyidik dan tim rescue di lokasi kejadian, sejumlah anggota keluarga inti dari pemilik rumah diduga masih berada di dalam gedung ketika ledakan terjadi.
 
Menurut Calvijn, satu-satunya titik terang datang dari salah satu korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Korban selamat tersebut diketahui merupakan orang tua atau ayah dari sang pemilik rumah. Sayangnya, nasib anggota keluarga lainnya masih menggantung di tengah ketidakpastian.
 
"Data yang kami dapat, dari yang selamat merupakan orang tua, seorang bapak dari pemilik rumah. Sementara itu, masih ada di dalam istri pemilik rumah. Lalu, ada dua atau tiga Asisten Rumah Tangga (ART) lainnya. Informasinya ada tiga ART, tapi kita masih ingin memastikan di lapangan, meski informasi sementara demikian," ujar Kombes Calvijn kepada awak media, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.