Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, pesan perdamaian dan toleransi menjadi oase yang sangat dinantikan. Menyambut ibadah salat Jumat pada 24 Juli 2026, tema yang diangkat sangatlah relevan dengan kondisi kekinian: "Perbedaan adalah Anugerah Terindah dari Allah".
 
Tema ini disampaikan secara lugas namun menyentuh hati oleh Dr. Muhamad Hanif. Mengambil rujukan dari laman csrc.or.id yang diliput oleh Sumsel24.com, naskah khutbah ini tidak hanya sekadar menggugah kesadaran spiritual, tetapi juga memberikan landasan teologis yang kuat tentang mengapa keragaman adalah desain agung dari Sang Pencipta, bukan alasan untuk perpecahan.
 
Berikut adalah naskah lengkap Khutbah Jumat I yang telah dirangkum dengan pengembangan narasi yang lebih mendalam, tetap menjaga kaidah agama, dan dikemas agar mudah dipahami oleh masyarakat luas.
 

 

Mukadimah: Membuka Pintu Hati dengan Takwa

Khutbah dimulai dengan puji-pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana tradisi khutbah yang sahih:
 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
 
إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْـدُ.
 
قَالَ اللهُ تَعَالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
 
وَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
 
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
 
Marilah kita senantiasa melangitkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT. Setiap tarikan napas dan detak jantung adalah manifestasi nyata dari limpahan rahmat dan berkah-Nya. Shalawat serta salam, semoga senantiasa tercurah kepada suri tauladan kita, Baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah mengajarkan kita bahwa keindahan iman terletak pada keindahan akhlak.
 
Pada kesempatan yang penuh berkah ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan seluruh jamaah yang dimuliakan Allah. Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu bentuk ketakwaan di era modern adalah dengan menghormati perbedaan, menjaga perdamaian, dan merajut kerukunan yang telah menjadi nikmat terbesar bagi bangsa ini.