Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan klarifikasi terkait informasi yang simpang siur mengenai lonjakan temuan kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Pihak Kemenkes menegaskan bahwa peningkatan angka penemuan kasus HIV bukan disebabkan oleh tingginya penularan baru, melainkan hasil dari perluasan cakupan skrining dan deteksi dini yang dilakukan secara masif.

>>> Tips Memilih Warna Bedak Sesuai Warna Kulit untuk Makeup Flawless

Berdasarkan data situasi HIV di Kabupaten Sidoarjo periode 2001 hingga Juni 2026, tercatat akumulasi sebanyak 1.183 kasus HIV ditemukan pada kelompok usia anak hingga remaja/dewasa muda (0-24 tahun).

Peningkatan temuan ini sejajar dengan semakin luasnya akses tes HIV di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari Puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga layanan berbasis komunitas.

Perincian Data HIV Berdasarkan Kelompok Usia

Kemenkes memperinci sebaran 1.183 kasus HIV kumulatif pada kelompok usia muda di Sidoarjo sejak 2001 hingga Juni 2026 sebagai berikut:

Kelompok Usia 0-10 Tahun (117 Kasus): Seluruhnya merupakan penularan vertikal (dari ibu ke anak).

Dari total tersebut, 32 anak masih hidup dan aktif menjalani pengobatan antiretroviral (ARV), 35 anak meninggal dunia, dan 50 anak berstatus Lost to Follow-Up (LFU) atau tidak terpantau dalam pengobatan.

Kelompok Usia 11-17 Tahun (60 Kasus): Sebanyak 4 kasus berasal dari penularan vertikal, sedangkan 56 kasus merupakan penularan horizontal (antar-individu).

Hingga Juni 2026, 34 remaja aktif berobat, 7 orang meninggal dunia, dan 19 orang LFU.

Kelompok Usia 18-24 Tahun (1.006 Kasus): Kelompok ini menyumbang porsi terbesar dengan 1.005 kasus penularan horizontal.

>>> 6 Tampang Pelaku Pengeroyokan Pria yang Dituduh Maling Ayam di Bali Hingga Tewas