73 Persen Penderita Diabetes Tak Terdiagnosis, Waspadai Risikonya
Lebih dari 73 persen penderita diabetes di Indonesia belum terdiagnosis.
Akibatnya, banyak orang tidak menyadari penyakitnya hingga muncul komplikasi serius, termasuk gangguan penglihatan yang dapat berujung pada kebutaan.
>>> Pemerintah Dorong Isuzu Genjot Produksi 500 Ribu Unit dalam 4 Tahun
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Em Yunir mengatakan tingginya angka penderita diabetes yang tidak terdiagnosis menjadi tantangan besar dalam penanganan penyakit tidak menular di Indonesia.
"Sekitar 70 persen lebih pasien tidak terdiagnosis.
Jadi yang bersangkutan tidak menyadari bahwa dia diabetes, hingga akhirnya terdeteksi saat berobat penyakit lain atau masuk kondisi gawat darurat," ujar Yunir dalam Forum Jurnalis Kesehatan di Jakarta, Senin (20/7).
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi diabetes di Tanah Air terus meningkat. Saat ini diperkirakan satu dari sepuluh penduduk Indonesia hidup dengan diabetes.
International Diabetes Federation (IDF) mencatat jumlah penyandang diabetes di Indonesia telah melampaui 20 juta jiwa. Jumlah itu diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 30 juta orang pada 2045.
Menurut Yunir, diabetes yang tidak terkendali akan mempercepat kerusakan organ tubuh. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti argometer taksi yang terus bergerak semakin cepat seiring tingginya kadar gula darah.
Diabetes juga kerap disertai faktor risiko lain seperti hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, hingga kebiasaan merokok.
Kombinasi kondisi tersebut dapat memicu berbagai komplikasi berat, mulai dari penyakit jantung, gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah, hingga kerusakan retina mata atau retinopati diabetik.
Komplikasi tersebut bukan hanya menurunkan kualitas hidup pasien, tetapi juga meningkatkan beban sosial dan ekonomi keluarga jika tidak ditangani sejak dini.
Karena itu, Yunir mengimbau masyarakat tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan berkala atau medical check-up, termasuk pemeriksaan gula darah, agar diabetes dapat dideteksi lebih awal.
Update Terbaru
Video Baru Mungkin Jadi Rekam Terakhir Nolan Wells Sebelum Hilang
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB
Alasan Persib Ngotot Rebut Mariano Peralta dari Persija
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB
Andritany Ardhiyasa Resmi Perpanjang Kontrak di Persija Jakarta
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB
YouTuber Tyler Rasch Tutup Kanal Setelah 810.000 Subscriber
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB
Profil Andy Burnham, 'Raja Utara' yang Jadi PM Inggris Baru
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB
BGN Bakal Evaluasi Insentif MBG Rp6 Juta, Cari Skema Lebih Adil
Selasa / 21-07-2026, 16:18 WIB
DPR Setujui 9 Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029
Selasa / 21-07-2026, 16:18 WIB
ASEAN Mulai 'Megap-megap' Dampak Penutupan Selat Hormuz Akibat Perang AS-Iran
Selasa / 21-07-2026, 16:18 WIB
The East Palace Langsung Puncaki Peringkat Netflix Korea
Selasa / 21-07-2026, 15:57 WIB
Fiat Terancam Hengkang dari Australia Usai Jual Hanya 13 Mobil, Kalah dari Ferrari
Selasa / 21-07-2026, 15:56 WIB
Prabowo: Jaminan Kesehatan Nasional Jangkau Nyaris 100 Juta Warga
Selasa / 21-07-2026, 15:56 WIB
14 Daerah di Jatim Tetapkan Status Darurat Kekeringan
Selasa / 21-07-2026, 15:56 WIB
Momen Yamal Satu-satunya Pemain Spanyol yang Dipeluk Raja Felipe VI
Selasa / 21-07-2026, 15:56 WIB
DPR Sahkan RUU Satu Data Indonesia sebagai Usul Inisiatif
Selasa / 21-07-2026, 15:56 WIB







