Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris baru, menggantikan Keir Starmer, pada Senin (20/7).

Ia dan istrinya memasuki Istana Buckingham pada Senin siang dan bertemu dengan Raja Charles. Pertemuan antara calon PM dengan raja menjadi tanda resmi pengangkatannya.

>>> BGN Bakal Evaluasi Insentif MBG Rp6 Juta, Cari Skema Lebih Adil

"Yang Mulia Raja menerima audiensi Yang Terhormat Andrew Burnham dan memintanya untuk membentuk pemerintahan baru," demikian pernyataan resmi kerajaan.

"Yang Terhormat Andrew Burnham menerima tawaran Raja dan berjabat tangan saat diangkat sebagai Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Pertama," lanjut pernyataan tersebut.

Dalam pidato pertamanya, ia berjanji akan membentuk kembali arah politik Inggris melalui model ekonomi baru serta membangkitkan negara yang "sudah muak" dengan pergantian pemimpin terus-menerus.

Burnham menjadi PM Inggris ke delapan dalam 10 tahun terakhir.

Sikap Pro-Palestina

Berbeda dengan pendahulunya Keir Starmer, Burnham dicap memiliki pendekatan yang lebih keras terhadap dugaan genosida Israel di Gaza.

Dalam wawancara dengan The Guardian, ia mengatakan London seharusnya bisa memberi lebih banyak tekanan pada Israel.

"Saya minta maaf atas hal itu. Tanggapannya sering tidak memadai.

Kita perlu berbuat lebih baik," kata Burnham, seperti dilansir AFP.

"Kita harus berbuat lebih banyak untuk menekan pemerintah Israel," lanjutnya.

Latar Belakang dan Karier

Andy Burnham merupakan mantan Wali Kota Manchester dari Partai Buruh dan mantan anggota DPR Inggris.

Tokoh berusia 56 tahun ini dikenal sebagai perwakilan sayap "kiri moderat" Partai Buruh, yang mengubah citranya dari menteri pemerintahan menjadi sosok merakyat yang santai.

Ia menjadi anggota parlemen pada 2001-2007 dan pernah menjabat sebagai menteri senior di bawah PM Tony Blair dan Gordon Brown.