Andy Burnham bersiap mengambil alih jabatan Perdana Menteri Inggris setelah Keir Starmer secara resmi menyerahkan pengunduran dirinya kepada Raja Charles III di Istana Buckingham pada Senin, 20 Juli 2026.

Starmer menyampaikan pidato perpisahan di depan pendukungnya di luar Downing Street sebelum berangkat ke Istana Buckingham bersama istrinya, Victoria.

>>> Tim Juara Piala Dunia Spanyol Kembali ke Madrid untuk Perayaan

Dalam pidatonya, Starmer menyatakan bahwa pekerjaannya telah selesai dan ia merasa bangga dengan pencapaian selama menjabat.

"Pekerjaan saya sudah selesai," ujar Starmer. Ia menegaskan bahwa bangsa ini menjadi lebih kuat dan adil selama dua tahun masa kepemimpinannya.

Starmer juga memberikan dukungan penuh kepada Burnham sebagai penerusnya. "Saya menyerahkan tongkat estafet kepada Andy Burnham dan mendoakan kesuksesannya," katanya.

Ia menekankan bahwa politik adalah olahraga tim. "Perubahan yang kami berikan untuk negara dan partai adalah milik semua yang berjuang untuk itu," tambahnya.

>>> Seleksi Juri Dimulai dalam Sidang Ibu Massachusetts Lindsay Clancy

Istana Buckingham mengonfirmasi bahwa Raja Charles III telah menerima pengunduran diri Starmer. Burnham dijadwalkan bertemu dengan raja untuk mendapatkan otorisasi resmi membentuk pemerintahan baru.

Tantangan Ekonomi yang Menanti

Burnham menghadapi tantangan langsung untuk merevitalisasi ekonomi Inggris yang lesu.

Pertumbuhan ekonomi Inggris rata-rata di bawah 1,5% per tahun sejak 2009, jauh dari rata-rata 3% sebelum krisis keuangan 2008.

>>> Andy Burnham Resmi Menjadi Perdana Menteri Inggris Gantikan Starmer

Ia juga terikat janji untuk menurunkan utang nasional yang melebihi 95% dari produk domestik bruto tanpa menaikkan tarif pajak bagi pekerja.