Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah melakukan percakapan telepon yang "sangat baik" dengan Perdana Menteri baru Inggris, Andy Burnham.

Percakapan itu berlangsung pada Senin (20/7), sehari setelah Burnham resmi menjabat menggantikan Keir Starmer.

>>> AS Akui Hampir 100 Personel Militer Luka sejak Perangi Iran Lagi

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump memuji "hubungan luar biasa" antara AS dan Inggris serta menyebut akan segera mengadakan pertemuan langsung.

"Perdana Menteri memiliki tugas besar di depan, tetapi saya yakin dia akan mampu menjalaninya. Dan tentu saja, Amerika Serikat akan selalu siap membantu!"

tulis Trump.

Trump menambahkan bahwa pembicaraan mereka mencakup sejumlah isu penting, termasuk kerja sama perdagangan, kolaborasi militer, serta upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz.

Sebelumnya, pada akhir bulan lalu, Trump mengaku belum banyak mengenal Burnham dan menyebutnya sebagai sosok yang "sangat liberal".

>>> Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah Multi-Entri 1 Tahun

Ia juga meragukan dukungan Burnham terhadap perluasan pengeboran minyak di Laut Utara.

Namun, setelah percakapan tersebut, Trump mengaku membahas minyak Laut Utara, perdagangan, aliansi militer, dan banyak topik lainnya. "Percakapan itu sangat menarik dan berjalan dengan sangat baik," tulisnya.

Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin (20/7) setelah bertemu Raja Charles di Istana Buckingham.

Ia tiba bersama istrinya, Marie France van Heel, sekitar pukul 12.05 waktu setempat.

>>> Profil Kevin Indiwan yang Resmi Menikah dengan Winona Araminta TikToker Asal Banyuwangi: Umur, Agama dan Akun IG

Dalam tradisi Inggris, pertemuan antara calon perdana menteri dengan raja menjadi tanda resmi pengangkatan. Burnham kemudian membentuk pemerintahan baru menggantikan Starmer yang telah menyampaikan surat pengunduran dirinya.