Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap jika menginjakkan kaki ke New York.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui Truth Social pada Senin (20/7), menanggapi rencana Wali Kota New York Zohran Mamdani yang tengah mencari cara untuk menangkap Netanyahu berdasarkan surat perintah penangkapan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC).

>>> Kemenperin Buka Suara soal Serbuan Kendaraan Niaga CBU Murah

"Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dengan cara apa pun, selama berada di Amerika Serikat," tulis Trump.

Trump menyebut Netanyahu sebagai pejuang yang sedang melawan Iran, negara yang menurutnya membunuh puluhan ribu warga sipil dan prajurit AS.

"Dia sedang berjuang melawan Republik Islam Iran, yang baru-baru ini membunuh 52.000 demonstran tak berdosa, dan telah menghabiskan 47 tahun terakhir membunuh tentara Amerika dan yang lainnya," lanjut Trump.

Trump juga menyiratkan bahwa yang seharusnya ditangkap adalah mereka yang telah membuat Iran semakin berbahaya, termasuk presiden-presiden AS sebelumnya.

Sebelumnya, Wali Kota New York Zohran Mamdani menyatakan departemen hukum kota sedang membahas kemungkinan penangkapan Netanyahu jika sang PM hadir di Sidang Umum PBB.

>>> Saksi Ungkap Detik-detik Ledakan di Rumah Mewah Grand Polonia Medan

Mamdani merujuk pada surat perintah penangkapan ICC yang dirilis November 2024, yang menuduh Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

"Saya percaya Perdana Menteri Netanyahu pantas berada di Den Haag.

Dia adalah penjahat perang yang telah didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional," kata Mamdani dalam podcast The New York Times.

Kantor Netanyahu menanggapi pernyataan Mamdani dengan menyebut surat perintah tersebut "palsu" dan tidak berlaku bagi warga Israel karena ICC tidak memiliki yurisdiksi.

Pernyataan itu juga menyebut surat perintah dikeluarkan oleh mantan jaksa ICC Karim Khan yang tengah menghadapi tuduhan pelecehan seksual.

>>> FIGC Kirim Maldini dan Leonardo Rayu Guardiola untuk Latih Timnas Italia

"Alih-alih mendukung perilaku kriminal Khan, Mamdani seharusnya fokus memperbaiki kerusakan yang disebabkan kebijakannya di New York," demikian pernyataan kantor Netanyahu.