Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengubah besaran insentif Rp6 juta per hari yang diberikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan pihaknya tengah merancang skema insentif yang disesuaikan dengan jangkauan pelayanan masing-masing SPPG.

>>> DPR Setujui 9 Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029

"Enggak juga dong yang 300 meter atau 400 meter, ada bahkan yang 500 meter yang lebih bagus kok disamaratakan Rp6 juta?

Kan nggak fair.

Nah, itu skema-skema itu yang akan kami lakukan perbaikan," kata Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7).

Ia mencontohkan perbedaan antara SPPG yang melayani 500 penerima manfaat dengan yang melayani seribu penerima manfaat. Menurutnya, tidak adil jika keduanya menerima insentif yang sama.

"Kami nanti akan membuat skema yang insentif yang lebih adil.

>>> ASEAN Mulai 'Megap-megap' Dampak Penutupan Selat Hormuz Akibat Perang AS-Iran

Ya, misalnya gini, kan nggak juga dong SPPG yang cuma melayani 500 orang insentifnya sama dengan yang seribu orang," ucapnya.

Efisiensi Anggaran MBG

Agustina memastikan akan ada efisiensi anggaran program MBG sebagai konsekuensi logis dari perbaikan tata kelola.

Meski begitu, ia belum merinci besaran efisiensi yang akan dilakukan. Ia hanya memastikan anggaran MBG sudah berkurang dan proses efisiensi masih berlangsung.

"Bahwa dengan perbaikan tata kelola, ya misal tadi lah insentif, kita akan mencari skema yang paling fair, ya kan?

>>> Prabowo: Jaminan Kesehatan Nasional Jangkau Nyaris 100 Juta Warga

Lalu refocusing kan otomatis, otomatis tuh nanti efisiensinya pasti akan otomatis mengikuti," kata Agustina.