Fiat Terancam Hengkang dari Australia Usai Jual Hanya 13 Mobil, Kalah dari Ferrari
Fiat terancam hengkang dari pasar Australia setelah penjualan mobil listrik 500e dan Abarth 500e anjlok drastis.
Pada Juni 2026, hanya 13 unit Fiat terjual, lebih sedikit dari Ferrari (16) dan Lamborghini (18).
>>> McLaren F1 GTR Milik Nick Mason Dilelang, Harga Capai Rp 560 Miliar
Stellantis, induk perusahaan Fiat, telah menghentikan impor kedua model tersebut. Langkah ini memicu spekulasi bahwa Fiat akan sepenuhnya meninggalkan Australia.
Harga tinggi menjadi penyebab utama kegagalan Fiat 500e di Australia.
Saat diluncurkan, versi reguler dibanderol AU$52.500 (sekitar Rp540 juta), sementara Abarth 500e mencapai AU$58.990 (Rp607 juta).
Harga tersebut setara dengan SUV listrik ukuran menengah, membuat konsumen enggan membeli. Meski kemudian dipotong lebih dari AU$20.000 (Rp206 juta), permintaan tetap lesu.
Penjualan Fiat secara keseluruhan turun 30 persen year-to-date, dengan hanya 144 kendaraan terjual sepanjang 2026. Dari jumlah itu, hanya 13 unit terjual pada Juni.
Sebagai perbandingan, Ferrari menjual 16 unit dan Lamborghini 18 unit pada bulan yang sama. Artinya, dua merek supercar ini masing-masing mengungguli Fiat sebesar 23 dan 38 persen.
>>> Harga Bensin Kembali Tembus $4 Per Galon Akibat Konflik Iran
Saat ini, Fiat hanya memiliki lima diler mobil penumpang yang tersisa, ditambah 14 gerai Fiat Professional untuk van.
Pasokan 500e baru sudah tidak ada lagi.
Stellantis menyatakan tetap berkomitmen pada Australia, tetapi volume penjualan yang sangat rendah membuat investasi sulit dipertahankan. “Kami tidak merencanakan pesanan tambahan untuk saat ini,” kata juru bicara Stellantis.
Sebelumnya, merek Stellantis lain, Peugeot, juga menarik diri dari distributor lokal dan menghentikan pinjaman mobil untuk media. Penjualan Peugeot turun lebih dari 32 persen year-to-date.
Kedua merek asal Prancis itu kesulitan bersaing dengan mobil-mobil China yang lebih murah dan agresif di pasar Australia.
>>> SUV dan Van Listrik Raksasa Rusak Jalan China, Pemerintah Cari Solusi
Nasib Fiat kini bergantung pada evaluasi produk masa depan oleh Stellantis.
Update Terbaru
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 22 Juli 2026 ada Asmara Gen Z Diposisi 7
Selasa / 21-07-2026, 17:00 WIB
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB







