SUV dan Van Listrik Raksasa Rusak Jalan China, Pemerintah Cari Solusi
Mobil listrik besar seperti SUV dan van kini mendominasi jalan-jalan di China. Namun, bobotnya yang mencapai tiga ton menyebabkan kerusakan infrastruktur yang serius.
Data dari China Passenger Car Association menunjukkan 60 persen mobil baru yang diluncurkan pada paruh pertama tahun ini memiliki panjang lebih dari 5 meter.
>>> SUV dan Van Listrik Raksasa Rusak Jalan China, Pemerintah Cari Solusi Pendanaan
Sebaliknya, hanya 2 persen model baru yang panjangnya di bawah 4,5 meter, turun dari 13 persen tahun sebelumnya.
Pemerintah biasanya mendanai perbaikan jalan melalui pajak bahan bakar. Namun, pendapatan dari pajak ini mulai menurun seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
Menurut laporan Bloomberg, China kini menghadapi kekurangan dana tahunan sekitar 50 persen untuk pemeliharaan dan pengelolaan jalan.
Studi dari unit riset Kementerian Perhubungan China menemukan sekitar 40 persen jalan lokal telah disetujui untuk diperbaiki tetapi tidak memiliki dana.
Kesenjangan pendanaan diperkirakan mencapai 300 miliar yuan atau sekitar 44 miliar dolar AS per tahun.
Opsi Pendanaan Baru untuk Jalan di Era EV
Pemerintah China sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk menutup defisit tersebut. Salah satunya adalah pungutan berdasarkan jarak tempuh atau mileage-based road user charge.
Selain itu, pemerintah telah mulai memangkas konsesi pajak untuk kendaraan listrik.
>>> VW Atlas 2027 Lebih Mewah dan Mahal, Mulai Rp 650 Jutaan
Diskon pajak penjualan untuk kendaraan energi baru (NEV) dikurangi setengahnya menjadi 5 persen, dengan diskon maksimal 15.000 yuan atau sekitar 2.250 dolar AS.
Pembebasan pajak kendaraan dan kapal tahunan untuk PHEV dan EV jarak jauh juga akan dihapuskan.
Provinsi Hainan menjalankan program percontohan yang menggunakan sat-nav untuk melacak kendaraan tertentu. Ini bisa menjadi dasar pajak jarak tempuh dinamis yang bervariasi menurut kelas kendaraan.
Pemerintah juga mendesak produsen mobil untuk mengurangi ukuran kendaraan.
Angka konsumsi energi wajib kini menghukum mobil penumpang yang terlalu berat, mendorong produsen beralih ke material yang lebih ringan dan aerodinamika yang lebih baik.
Koran resmi Partai Komunis, The People's Daily, mendesak perusahaan untuk "kembali ke rasionalitas" dan mencatat bahwa kendaraan besar bertentangan dengan infrastruktur perkotaan yang ada dan meningkatkan konsumsi energi.
>>> VW Atlas 2027 Lebih Mewah, Harga Naik Jadi Mulai Rp 650 Jutaan
Stasiun penyiaran negara CCTV juga mengkritik fokus industri pada EV berukuran besar, menyebutnya sebagai respons terhadap permintaan pasar jangka pendek, bukan inovasi sejati.
Update Terbaru
Siapa Anak dan Istri Kevin Keegan? Legenda Sepakbola Inggris yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?
Selasa / 21-07-2026, 15:13 WIB
Paul Pierce: Cleveland Tempat Terbaik untuk LeBron James, Bukan Boston
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Penggugat Pria Stefon Diggs Dapatkan Bukti Teks dalam Kasus Hukum
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Setia Sejak 2010, Andritany Bongkar Alasan Perpanjang Kontrak dengan Persija Jakarta
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Aksi Kasar Pemain Argentina Berujung Investigasi FIFA
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Poin-poin UU Pusat Finansial Indonesia yang Baru Disahkan DPR
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
Iran Klaim Hantam Pusat Data Amazon di Bahrain dengan Rudal Jelajah
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
Xiaomi 18 Series Siap Rilis September, Saingi iPhone 18 Pro
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
Geger! Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Meledak, Identitas Pemilik dan Nasib Korban Jadi Sorotan
Selasa / 21-07-2026, 14:56 WIB
Thom Haye Bertekad Akhiri Kutukan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB
Madura United Resmi Datangkan Bek Keturunan Jerman Brandon Scheunemann
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB
Film Lee Chang-dong 'Possible Love' Resmi Masuk TIFF
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB
Cerita Penumpang Salah Naik Pesawat, Nyasar Terbang 11 Jam ke Tokyo
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB







