SUV dan Van Listrik Raksasa Rusak Jalan China, Pemerintah Cari Solusi Pendanaan
Kendaraan listrik (EV) besar seperti SUV dan van mewah semakin membanjiri jalan-jalan di China. Namun, bobotnya yang mencapai tiga ton menyebabkan kerusakan infrastruktur yang serius.
Pemerintah China kini menghadapi masalah pendanaan perbaikan jalan. Penerimaan dari pajak bahan bakar menurun drastis seiring peralihan ke kendaraan listrik.
>>> VW Atlas 2027 Lebih Mewah dan Mahal, Mulai Rp 650 Jutaan
Menurut data China Passenger Car Association, 60 persen mobil baru yang diluncurkan pada paruh pertama tahun ini memiliki panjang lebih dari 5 meter.
Hanya 2 persen model baru yang panjangnya di bawah 4,5 meter, turun dari 13 persen tahun sebelumnya.
Beberapa model terbaru, seperti Skynomad N90 dari Xiaomi, memiliki bobot hingga tiga ton. Hal ini memperparah kerusakan jalan.
Defisit Dana Perbaikan Jalan
Pemerintah biasanya mendanai perbaikan jalan melalui pajak bahan bakar. Namun, pendapatan dari pajak ini menurun, menyebabkan defisit tahunan sekitar 50 persen untuk pemeliharaan jalan.
Sebuah studi dari unit riset Kementerian Perhubungan China menemukan bahwa sekitar 40 persen jalan lokal telah disetujui untuk diperbaiki tetapi tidak memiliki dana.
Kekurangan dana diperkirakan mencapai 300 miliar yuan (sekitar $44 miliar) per tahun.
Solusi Pendanaan Baru
Pemerintah sedang mempertimbangkan pajak berdasarkan jarak tempuh.
>>> VW Atlas 2027 Lebih Mewah, Harga Naik Jadi Mulai Rp 650 Jutaan
Selain itu, pemerintah telah memangkas konsesi pajak untuk EV, termasuk mengurangi diskon pajak penjualan untuk kendaraan energi baru (NEV) menjadi 5 persen dengan batas maksimal 15.000 yuan.
Pembebasan pajak kendaraan dan kapal tahunan untuk PHEV dan EV jarak jauh juga akan dihapuskan.
Provinsi Hainan menjalankan program percontohan yang menggunakan sat-nav untuk melacak kendaraan tertentu, yang bisa menjadi dasar pajak jarak tempuh dinamis berdasarkan kelas kendaraan.
Pemerintah juga mendorong produsen mobil untuk mengurangi ukuran kendaraan.
Angka konsumsi energi wajib akan menghukum mobil penumpang yang terlalu berat, mendorong penggunaan material ringan dan aerodinamika yang lebih baik.
Koran resmi Partai Komunis, The People's Daily, mendesak perusahaan untuk "kembali ke rasionalitas" dan mencatat bahwa kendaraan besar bertentangan dengan infrastruktur perkotaan yang ada.
>>> Tombol Tolak Cookie Toyota Diduga Hanya Formalitas
CCTV juga mengkritik fokus industri pada EV berukuran besar sebagai respons terhadap permintaan pasar jangka pendek, bukan inovasi sejati.
Update Terbaru
Siapa Anak dan Istri Kevin Keegan? Legenda Sepakbola Inggris yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?
Selasa / 21-07-2026, 15:13 WIB
Paul Pierce: Cleveland Tempat Terbaik untuk LeBron James, Bukan Boston
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Penggugat Pria Stefon Diggs Dapatkan Bukti Teks dalam Kasus Hukum
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Setia Sejak 2010, Andritany Bongkar Alasan Perpanjang Kontrak dengan Persija Jakarta
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Aksi Kasar Pemain Argentina Berujung Investigasi FIFA
Selasa / 21-07-2026, 14:59 WIB
Poin-poin UU Pusat Finansial Indonesia yang Baru Disahkan DPR
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
Iran Klaim Hantam Pusat Data Amazon di Bahrain dengan Rudal Jelajah
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
Xiaomi 18 Series Siap Rilis September, Saingi iPhone 18 Pro
Selasa / 21-07-2026, 14:58 WIB
Geger! Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Meledak, Identitas Pemilik dan Nasib Korban Jadi Sorotan
Selasa / 21-07-2026, 14:56 WIB
Thom Haye Bertekad Akhiri Kutukan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB
Madura United Resmi Datangkan Bek Keturunan Jerman Brandon Scheunemann
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB
Film Lee Chang-dong 'Possible Love' Resmi Masuk TIFF
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB
Cerita Penumpang Salah Naik Pesawat, Nyasar Terbang 11 Jam ke Tokyo
Selasa / 21-07-2026, 14:44 WIB







