Mewujudkan motor nasional tidak cukup hanya dengan meluncurkan merek baru.

Fondasi yang lebih penting adalah kemampuan mengembangkan teknologi, riset, rekayasa, dan kepemilikan intellectual property (IP) yang benar-benar berasal dari Indonesia.

>>> Prabowo: Indonesia Disebut Bakal Ditinggalkan Investor, Tapi S&P Tetap Positif

Pandangan tersebut disampaikan CEO Mimo, Adicahya.

Menurutnya, cita-cita membangun industri kendaraan listrik nasional akan berdampak lebih besar jika pemerintah mendorong pertumbuhan pelaku industri lokal yang sejak awal mengembangkan produk berbasis IP dalam negeri.

Ia menilai pendekatan ideal bukan sekadar meluncurkan produk baru. Yang diperlukan adalah memperkuat perusahaan lokal melalui dukungan fiskal dan akses pasar agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Dengan model ini, industri-industri lokal akan tumbuh, kemampuan rancang bangun berkembang, rantai pasok lokal juga terbangun," kata Adicahya.

Ia mengakui pendekatan tersebut membutuhkan waktu lebih lama dibanding proyek yang hasilnya cepat terlihat. Namun, dampak yang dihasilkan akan jauh lebih berkelanjutan.

"Model ini memang perlu waktu lebih lama, tapi akan lebih sustain dan dampak positif turunannya akan lebih besar dan riil," ujarnya.

Penguasaan Teknologi Jadi Kunci

Adicahya menilai keberhasilan membangun motor nasional tidak hanya diukur dari keberadaan merek.

Yang lebih penting adalah kemampuan industri dalam negeri menguasai teknologi inti, mulai dari desain, penelitian, pengembangan produk, hingga rekayasa.

>>> 6 Negara Otomatis Lolos ke Piala Dunia 2030 sebagai Tuan Rumah

Dengan penguasaan intellectual property, produsen lokal memiliki keleluasaan berinovasi tanpa bergantung pada teknologi pihak lain.

Kondisi ini juga mendorong tumbuhnya rantai pasok domestik, industri komponen, serta kolaborasi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi.

Menurutnya, membangun kemampuan teknologi memang membutuhkan waktu lebih panjang. Namun, pendekatan tersebut akan menciptakan industri yang lebih kuat dan berdaya saing dalam jangka panjang.

Pernyataan Adicahya merupakan tanggapan atas rencana Presiden Prabowo Subianto yang mengungkapkan pemerintah akan segera meluncurkan motor listrik nasional.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

"Saya akan launching beberapa minggu ini, motor listrik nasional," kata Prabowo. Ia berharap kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk para petani.

"Saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor. Motor listrik.

>>> Xiaomi Rilis Pencukur Listrik Murah dengan Daya Adaptif dan IPX7

Siapa tahu ada yang pakai mobil semuanya," ujar Prabowo. Ia juga menegaskan Indonesia akan memiliki kendaraan yang dikembangkan oleh anak bangsa.