500 Ribu Turis Serbu Desa Terpencil Gegara Gerhana Matahari Langka
Spanyol, negara dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak kedua di dunia, bersiap menyambut fenomena astronomi langka pada tahun ini.
Gerhana matahari total diprediksi melintasi wilayah utara Spanyol pada 12 Agustus mendatang untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad.
>>> Prabowo: Danantara Kini Kelola Aset Lebih dari Rp17.960 Triliun
Pemerintah setempat membidik kedatangan 500 ribu wisatawan untuk mendongkrak sektor pariwisata, terutama di kawasan pedesaan yang kerap terisolasi atau dikenal sebagai "empty Spain".
Fase "kegelapan total" hanya berlangsung sekitar 90 detik, namun dampak ekonomi jangka panjang diperkirakan signifikan.
Dampak bagi Kawasan Pedesaan
Jalur kegelapan total akan melintasi wilayah pedesaan yang mengalami penurunan populasi, termasuk Castile dan Leon di utara Spanyol.
Antropolog Belen Molinuevo Puras (51) mengatakan Castile dan Leon jarang menjadi pemberitaan utama dan turis asing lebih sering menghabiskan waktu di kawasan pesisir.
Ia sangat antusias fenomena langka ini terjadi di wilayah mereka.
Spanyol berupaya melakukan diversifikasi pariwisata agar tidak hanya bergantung pada liburan pantai musiman atau kota yang mengalami overtourism seperti Barcelona.
Laporan Airbnb pada Mei lalu menyebut gerhana matahari total, yang akan disusul dua gerhana berikutnya pada 2027 dan 2028, menjadi "kesempatan emas" untuk menyeimbangkan arus wisatawan.
>>> Ketua DPD: Pemerintah Komit Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat Daerah
Hotel Ludes dan Harga Melonjak
Di Kota Burgos, ibu kota provinsi yang menjadi titik pengamatan terbaik, kamar hotel telah ludes dipesan oleh pemburu gerhana dari berbagai belahan dunia.
Wakil Wali Kota Burgos Andrea Ballesteros mengungkapkan wisatawan asal Amerika Serikat, Amerika Selatan, Jepang, dan negara Asia lainnya menjadi pendorong utama lonjakan ini.
Resepsionis hotel Lucia Molina menyebut tamu asal China menjadi kelompok terbanyak di hotelnya.
Seluruh kamar untuk 12 Agustus telah dipesan habis sejak 18 bulan lalu, dengan harga melonjak drastis hingga 1.200 euro atau sekitar Rp24,5 juta per malam.
Kedatangan sekitar 500 ribu pengunjung ke Castile dan Leon, termasuk 40 ribu orang di Burgos, menimbulkan tantangan besar di sektor keamanan, kesehatan, dan logistik.
Lonjakan wisatawan harian serta karavan dari negara tetangga seperti Prancis diprediksi memicu kemacetan parah di jalan raya.
>>> Perbaiki Kaos Kaki saat Gol Torres, Simeone Dihujat Publik Argentina
Para ahli mata juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melihat gerhana secara langsung tanpa pelindung.
Update Terbaru
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 22 Juli 2026 ada Asmara Gen Z Diposisi 7
Selasa / 21-07-2026, 17:00 WIB
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB







