Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengisyaratkan adanya peluang penurunan harga BBM nonsubsidi.

Hal ini menyusul tren harga minyak mentah dunia yang terus melemah belakangan ini.

>>> LYON Juara EWC 2026 Free Fire, Wakil Indonesia Gagal Podium

Pemerintah tidak tinggal diam. Kementerian ESDM saat ini sedang menghitung dampak dari pergerakan harga minyak tersebut.

Rencananya, akan digelar rapat bersama PT Pertamina (Persero) dan penyedia BBM lainnya untuk membahas penyesuaian harga.

Proses Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

"Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain.

Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," kata Bahlil dikutip dari Antara.

Sayangnya, belum dijelaskan kapan harga BBM nonsubsidi akan disesuaikan atau diturunkan oleh pemerintah.

Kehati-hatian dan Keseimbangan Kebijakan

Meskipun ada peluang turun, pemerintah tetap bersikap hati-hati. Pasalnya, harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan harga minyak dunia masih fluktuatif.

Bahlil mengatakan penyesuaian harga harus menjaga keseimbangan. Pemerintah ingin mencari jalan tengah agar masyarakat tidak terbebani, namun kelangsungan usaha pelaku industri migas tetap terjaga.

"Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna, khususnya yang nonsubsidi.

>>> DPR Paripurna Penutupan Masa Sidang, Hampir Separuh Anggota Absen

Ini kan totalnya 20 persen, ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," jelasnya.

Selain soal harga, Bahlil juga melapor ke Presiden Prabowo Subianto soal pasokan energi. Stok minyak mentah dan BBM nasional dipastikan aman terkendali hingga akhir tahun.

"Alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insya Allah akhir tahun nggak ada masalah.