Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, pada bulan depan.

Hal itu dapat terjadi apabila tren harga minyak dunia terus melemah.

>>> Seluruh Lini iPhone 17 Alami Kenaikan Harga di Jepang

Bahlil akan menggelar rapat dengan PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penyedia BBM swasta untuk membahas penyesuaian tersebut.

"Kita akan melihat (soal penurunan Pertamax bulan depan), saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain.

Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7).

Bahlil mengatakan pemerintah masih mencermati pergerakan Indonesian Crude Price (ICP) yang berubah-ubah dalam waktu singkat.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan usaha di sektor migas.

"Karena teman-teman tahu kan bahwa kadang-kadang harga ICP hari ini naik, besok turun. Enggak sampai dua hari naik lagi.

Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi, ini kan totalnya 20 persen," ujarnya.

"Ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," lanjut Bahlil.

Bahlil juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kondisi pasokan BBM nasional.

>>> Moondrop Luncurkan Speaker Desktop MM3A dengan Kabinet Melengkung dan DSP

Stok BBM saat ini berada di atas standar minimum dan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri telah dipastikan aman hingga akhir tahun.

"Saya melapor tentang kondisi BBM kita terkini, dan alhamdulillah semuanya di atas rata-rata standar minimum.