Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman.

Hal ini disampaikan menanggapi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Sumatera Utara beberapa hari terakhir.

>>> Pilpres 2029: Partai Ogah Lawan Prabowo, Lebih Pilih Jadi Cawapres

Pemerintah menegaskan antrean tersebut bukan akibat keterbatasan stok BBM, melainkan gangguan pada proses distribusi.

"Secara kebutuhan BBM kita, cadangan kita di atas standar minimum nasional, amanlah," kata Bahlil usai menghadiri agenda Global Hydrogen Ecosystem di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Bahlil menjelaskan cadangan BBM nasional saat ini berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Pertamina: Gangguan Akibat Dugaan Fraud

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menyampaikan hal senada. Menurutnya, persoalan di Sumatera Utara tidak berkaitan dengan ketersediaan pasokan BBM.

>>> Waskita Karya Rugi Rp1,92 Triliun, Utang Tembus Rp66,53 Triliun

Gangguan terjadi akibat dugaan tindakan kecurangan (fraud) oleh oknum pengemudi armada pengangkut BBM. Hal ini memengaruhi kelancaran distribusi ke SPBU.

"Jadi pertama-tama seperti disampaikan oleh Pak Wamen bahwa pasokan aman. Di Sumatera Utara yang menjadi kendala adalah laporan fraud," ujar Oki.

Pertamina telah mengambil tindakan terhadap oknum pengemudi yang diduga melanggar ketentuan operasional. Langkah tersebut merupakan bentuk penegakan disiplin perusahaan, bukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

"Tidak ada pemutusan hubungan kerja massal di situ, hanya memberikan punishment kepada driver yang tidak memenuhi ketentuan," ucap Oki.

>>> Wali Kota New York Ingin Tangkap Netanyahu, Trump Beri Peringatan

Pertamina memastikan distribusi BBM di Sumatera Utara terus dinormalisasi. Pasokan ke SPBU diharapkan kembali lancar agar kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa kendala.