Partai-partai politik diprediksi enggan melawan Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2029. Meski memiliki tiket untuk mengusung calon sendiri, mereka dinilai akan berpikir realistis.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan kalkulasi politik partai sangat rasional. Sebagai petahana, Prabowo memiliki peluang besar untuk kembali menang.

>>> Waskita Karya Rugi Rp1,92 Triliun, Utang Tembus Rp66,53 Triliun

"Karena sebagai petahana, tentu saja Prabowo Subianto punya segala-galanya: dukungan politik, networking, dan segala instrumen kekuatan politik dari pusat hingga daerah," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (21/7).

Menurut Adi, meskipun partai memiliki tiket untuk maju, mereka akan berpikir ulang. Maju sebagai capres membutuhkan logistik, jejaring, dan kekuatan politik besar.

Jika peluang kalah sudah terlihat, partai lebih memilih tidak mengajukan calon.

"Saya menduga sekalipun partai politik yang menjadi peserta pemilu di 2029 nanti itu akan banyak punya tiket maju, tapi rasa-rasanya mereka berpikir realistis dan tidak mau memajukan calon presiden sendiri," jelas Adi.

>>> Wali Kota New York Ingin Tangkap Netanyahu, Trump Beri Peringatan

Sebaliknya, partai-partai justru akan berebut posisi sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo. Mereka lebih memilih menjadi cawapres daripada menantang petahana secara langsung.

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) turut memengaruhi peta politik.

MK resmi menghapus ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebesar 20 persen melalui Putusan Nomor 62/PUU-XXII/2024 yang dibacakan awal Januari 2025.

>>> Alienware Luncurkan Tiga Laptop Gaming Baru di India dengan Intel Core Ultra 9

Putusan ini berlaku mulai Pilpres 2029. Semua partai berhak mengusung capres-cawapres tanpa syarat kursi DPR atau suara nasional.