PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) masih mencatatkan kinerja keuangan yang tertekan pada semester pertama 2026.

Meskipun pendapatan meningkat signifikan, perusahaan konstruksi pelat merah ini masih membukukan rugi besar dan beban utang yang tinggi.

>>> Wali Kota New York Ingin Tangkap Netanyahu, Trump Beri Peringatan

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, Waskita membukukan rugi bersih sebesar Rp1,92 triliun.

Angka ini lebih rendah dibandingkan rugi periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp2,3 triliun.

Di sisi lain, pendapatan usaha naik 58,5% secara tahunan menjadi Rp4,91 triliun, dari sebelumnya Rp3,10 triliun.

Namun, kenaikan pendapatan tidak diikuti perbaikan profitabilitas karena beban pokok pendapatan melonjak menjadi Rp4,41 triliun dari Rp2,44 triliun.

Utang dan Ekuitas

Total aset Waskita hingga 30 Juni 2026 tercatat Rp68,08 triliun, turun dari Rp70,73 triliun pada akhir 2025.

Aset lancar menyusut menjadi Rp14,85 triliun, sementara aset tidak lancar turun tipis menjadi Rp53,22 triliun.

>>> Alienware Luncurkan Tiga Laptop Gaming Baru di India dengan Intel Core Ultra 9

Total liabilitas perusahaan masih sangat besar, yakni Rp66,53 triliun, hanya sedikit lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp67,06 triliun.

Sementara itu, ekuitas Waskita merosot tajam menjadi Rp1,55 triliun, dari sebelumnya Rp3,67 triliun pada akhir Desember 2025.

Utang jangka pendek Waskita tercatat Rp20,32 triliun.

Pinjaman bank yang jatuh tempo dalam satu tahun turun menjadi Rp5,54 triliun dari Rp15,94 triliun, sementara utang obligasi meningkat menjadi Rp2,74 triliun dari Rp2,08 triliun.

Adapun utang jangka panjang naik cukup tajam menjadi Rp46,20 triliun, dibandingkan Rp33,95 triliun pada akhir 2025.

>>> Di Balik Koleksi 'Harsa', Ketelitian Perajin Jadi Kunci Busana Premium Lakon

Peningkatan ini terutama berasal dari kenaikan pinjaman bank jangka panjang kepada pihak berelasi menjadi Rp15,65 triliun, serta lonjakan utang kepada pihak ketiga menjadi Rp15,08 triliun.