Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pengelolaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) tetap menguntungkan negara. Ia memastikan tidak ada kerugian dari pemindahan dana tersebut ke perbankan.

Purbaya menyebutkan bahwa posisi kas pemerintah masih sangat memadai. Hal ini tercermin dari besarnya SAL yang belum digunakan hingga akhir tahun.

>>> Casio Rilis Jam Tangan G-Steel Serba Hitam di AS dengan Bluetooth dan Pengisian Tenaga Surya

"Saya masih kebanyakan duit, sampai dibagi-bagi.

Dari SAL saya pindahin, dari BI saya pindahin ke perbankan," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, pemindahan dana SAL dari Bank Indonesia ke perbankan bukan untuk membiayai belanja negara. Langkah ini merupakan bagian dari strategi cash management.

Menurut Purbaya, pemerintah tetap memperoleh imbal hasil yang setara dengan penempatan di BI.

>>> Event Apex Legends x Cyberpunk Resmi Hadir dengan Peta Night City dan Kemampuan Baru

"SAL itu enggak dipakai, 130-an sampai akhir tahun enggak akan dipakai karena kalau mau pakai harus izin DPR.

Saya enggak pakai, cuma saya pindahin aja dengan return yang sama," jelasnya.

Strategi ini juga bertujuan menjaga likuiditas di sistem keuangan. Dengan demikian, aktivitas perekonomian dapat terus didukung.

Purbaya menambahkan, kemampuan pemerintah membayar utang tetap kuat. Hal ini terlihat dari peringkat dan prospek utang Indonesia yang masih terjaga di mata lembaga pemeringkat internasional.

>>> AnimeJapan 2027 Pindah ke Osaka untuk Pertama Kalinya, Pendaftaran Peserta Dibuka

"Kalau kita dianggap enggak mampu pasti sudah unstable atau negatif atau mungkin sudah downgrade," katanya. Ia pun menyebut langkah ini sebagai "smart move" karena tidak menimbulkan kerugian.