Damon Dash tidak memberikan tepuk tangan meriah untuk rangkaian konser Jay-Z di Yankee Stadium.

Menurutnya, pertunjukan tiga malam itu lebih terlihat seperti strategi pemasaran yang dirancang rapi daripada sebuah perayaan.

>>> Bintang Love Island Kenzie Sebut Sikap Seksis Picu Standar Ganda

Dalam wawancara dengan "The Art of Dialogue," Dame membedah konser peringatan 30 tahun album "Reasonable Doubt" dari sudut pandang bisnis.

Ia mempertanyakan mengapa konser tersebut digelar dan menilai seluruh produksi terasa didorong oleh penjualan merchandise bertema Yankees.

Menurut Dame, logo, jersey, dan merchandise Yankees mendominasi sehingga konser terasa seperti iklan. Musik, katanya, menjadi nomor dua dibandingkan penjualan produk.

Ia juga meragukan keaslian beberapa pengambilan gambar penonton dan aktivasi promosi.

Dame melontarkan kemungkinan bahwa sebagian penonton dibayar untuk hadir sebagai bagian dari anggaran pemasaran, meskipun ia menegaskan tidak tahu pasti apakah itu terjadi.

Mantan rekan pendiri Roc-A-Fella Records ini mengatakan bahwa pencitraan merek yang berlebihan mengalahkan musik.

>>> Asap Kebakaran Hutan Picu Peringatan Kualitas Udara di Pittsburgh

Ia lebih suka melihat sesuatu yang segar daripada apa yang ia anggap sebagai nostalgia yang terlalu dipoles.

Dame juga mengkritik intro sinematik yang menampilkan Beyoncé mencukur rambut Jay-Z sebelum ia naik panggung.

Baginya, adegan itu terasa dipaksakan dan palsu, serta terlalu berusaha menonjolkan hubungan Jay-Z dan Beyoncé.

Ia bahkan bercanda bahwa ia tidak akan pernah membiarkan pasangannya memotong rambutnya, dan menyebut keseluruhan adegan itu "dibuat-buat."

Dari sudut pandang Dame, konser terbesar di Bronx itu menjual lebih dari sekadar tiket.

>>> 10 Tahun Berlalu, Ini Perubahan Pemeran 'Stranger Things' Season 1

Tentu saja, Dame bukan pihak yang netral terhadap Jay-Z; kedua mantan pendiri Roc-A-Fella Records itu pernah berseteru hebat di masa lalu.