Seorang ibu asal Massachusetts yang dituduh membunuh tiga anak kecilnya secara brutal ingin sekelompok ibu yang mengaku berjuang melawan depresi dan psikosis postpartum membantu pembelaan tidak warasnya.

Menurut dokumen pengadilan baru yang diperoleh TMZ, pengacara Lindsay Clancy mengatakan para ibu tersebut menghubunginya untuk berbagi pengalaman mereka dengan penyakit mental postpartum.

>>> The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu

Pengalaman itu termasuk pikiran untuk bunuh diri atau membunuh orang lain, mendengar suara, dan merasa diperintahkan oleh suara-suara itu untuk bertindak.

Pembelaan Lindsay kini meminta izin hakim untuk menghadirkan kesaksian dari para wanita itu di persidangan.

Mereka berargumen kesaksian itu akan menunjukkan kepada juri bahwa gejalanya nyata dan bukan sekadar "dibuat-buat" untuk menghindari tanggung jawab atas kejahatan.

Pengacaranya mengatakan banyak dari wanita itu takut mengungkapkan gejala mereka saat itu karena khawatir kehilangan anak-anak mereka atau dicap sakit jiwa.

Berkas pengadilan mengidentifikasi lebih dari selusin calon saksi hanya dengan inisial mereka. Pembelaan meminta pengadilan memutuskan apakah kesaksian mereka dapat diterima sebelum mengungkap identitas dan riwayat medis mereka.

>>> Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI

Seperti dilaporkan TMZ sebelumnya, Lindsay dituduh mencekik anak-anaknya—Cora (5), Dawson (3), dan Callan (8 bulan)—dengan tali olahraga di dalam rumah keluarga pada Januari 2023.

Jaksa penuntut menduga dia sengaja melilitkan tali di leher setiap anak sampai mereka meninggal.

Pengacara Lindsay tidak menyangkal dia membunuh anak-anak itu, tetapi berencana berargumen bahwa dia kelebihan obat dan menderita psikosis postpartum parah saat itu.

Para wanita itu bukan satu-satunya yang akan bersaksi untuk Lindsay. Suaminya, Patrick Clancy, dilaporkan juga diharapkan memberikan kesaksian untuk pembelaan, meskipun kehilangan ketiga anak mereka.

>>> Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia 2026 Tembus 10 Juta Tanda Tangan

Hakim belum memutuskan apakah para ibu itu akan diizinkan bersaksi. Persidangan dijadwalkan dimulai pada Senin.