Komisi X DPR RI memberikan apresiasi atas kinerja keuangan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tahun 2025. Kepala Perpusnas E.

Aminudin Aziz melaporkan bahwa seluruh unit kerja berhasil menyerap anggaran di atas 98 persen.

>>> Samsung Luncurkan Seri Music Studio di India, Speaker Premium dengan Dolby Atmos

Capaian tersebut menunjukkan komitmen Perpusnas dalam mengelola anggaran secara efektif, efisien, dan akuntabel. Aminudin menyatakan bahwa tidak ada unit kerja yang penyerapannya kurang dari 98 persen.

Selain itu, Perpusnas kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025.

Opini WTP ini telah dipertahankan secara berturut-turut selama satu dekade.

Di bidang tata kelola, Perpusnas mencatat peningkatan nilai SAKIP menjadi 72,43 dengan predikat BB (Sangat Baik).

Indeks Reformasi Birokrasi juga naik menjadi 85,81 dengan predikat A- (Memuaskan dengan Catatan).

Penyesuaian Anggaran dan Dampaknya

Aminudin menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran tahun 2026 berdampak pada sejumlah program prioritas.

Program yang terdampak antara lain bantuan bacaan bermutu untuk perpustakaan desa, taman bacaan, lembaga pemasyarakatan, dan puskesmas, serta DAK Fisik untuk pembangunan perpustakaan daerah.

Meski demikian, Perpusnas tetap menjaga capaian pembangunan literasi nasional.

Upaya yang dilakukan meliputi penyesuaian target kinerja bersama Bappenas, penguatan pendampingan data IPLM, dan pengembangan program Relawan Literasi Masyarakat (Relima).

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi dedikasi Perpusnas yang tetap menjaga kualitas layanan di tengah keterbatasan anggaran.

Ia menekankan bahwa pengurangan anggaran berpotensi memengaruhi pembangunan literasi dan perlu menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran mendatang.

>>> Samsung Beri Kabar Baik soal Masalah Red Tint di Galaxy S26 Ultra