Seorang penumpang bernama Víctor Calderon mengalami insiden penerbangan yang tidak biasa.

Pria berusia 54 tahun itu salah naik pesawat dan berakhir di Tokyo, Jepang, padahal tujuannya adalah Houston, Amerika Serikat.

>>> Legenda Inggris: Argentina Main Seperti Sampah di Final Piala Dunia

Peristiwa ini terjadi pada Agustus 2025.

Calderon bertolak dari Los Angeles dan berniat terbang ke Houston untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Managua, Nikaragua.

Setelah naik ke dalam pesawat, Calderon langsung mengenakan headphone, mendengarkan musik, dan menonton film. Ia bahkan mengabaikan pengumuman keselamatan dari awak kabin.

Penerbangan terasa lebih lama dari durasi normal 3,5 jam.

Baru setelah enam jam, Calderon menyadari bahwa ia berada di dalam pesawat yang terbang melintasi Samudra Pasifik menuju Tokyo.

Sebelum menyadari kesalahan, Calderon sempat heran dengan layanan maskapai. Ia ditawari bantal dan mendapat hidangan makan malam lengkap, yang tidak biasa untuk penerbangan domestik.

Sekitar enam jam setelah lepas landas, Calderon mulai cemas karena khawatir tertinggal penerbangan transitnya. Ia memanggil pramugari dan mengetahui bahwa pesawat menuju Bandara Haneda, Tokyo.

Setibanya di Tokyo, Calderon tidak bisa keluar dari area bandara. Petugas maskapai memperingatkan bahwa ia tidak memiliki dokumen perjalanan yang sesuai dan berisiko dideportasi.

>>> CNN Indonesia Gelar Islamic Travel Connect 2026, Festival Haji dan Umrah

Calderon mengaku sangat takut. Ia khawatir pihak berwenang menganggapnya sebagai teroris.

Ia terpaksa menunggu di terminal hingga United Airlines mengatur penerbangan kembali.

Maskapai akhirnya memindahkan Calderon ke kelas satu untuk penerbangan pulang dan memberikan voucher kredit penerbangan senilai US$300.

Namun, ia membutuhkan total 48 jam perjalanan udara sebelum tiba di Managua.

Insiden ini terbilang aneh karena Calderon telah mengikuti prosedur di Bandara LAX. Petugas gate memindai tiketnya dan ia duduk di kursi 34D sesuai tiket.

Akibat kesalahan ini, koper Calderon terbang ke Houston tanpa dirinya. Reservasi hotel di Nikaragua hangus, dan ia harus mengeluarkan US$1.095 untuk pakaian baru dan penginapan.

Merasa ganti rugi awal tidak adil, Calderon melaporkan kasus ini ke media Telemundo 52.

Setelah perselisihan, United Airlines menambah ganti rugi menjadi US$1.000 dan menyampaikan permohonan maaf resmi.

>>> Jaecoo J5 EV Jadi Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Semester I 2026

Calderon mengaku mendapat pelajaran berharga. Ia menyarankan penumpang untuk memastikan berada di gate penerbangan yang benar sebelum naik pesawat.