United Airlines membantah laporan yang menyebut maskapai tersebut mengizinkan penumpang mengubah penerbangan secara gratis untuk menghindari mendarat di Bandara Internasional Presiden Donald J.

Trump yang baru di Florida.

>>> Connor McDavid Dikabarkan Incar Philadelphia Flyers

Bantahan ini disampaikan pada 17 Juli 2026, setelah memo internal bocor ke publik melalui blog Live And Let's Fly.

Memo tersebut menyebut agen reservasi dapat menawarkan penerbangan alternatif ke Fort Lauderdale atau Miami tanpa biaya selisih harga bagi penumpang yang keberatan dengan nama baru bandara.

Bandara yang sebelumnya bernama Bandara Internasional Palm Beach resmi berganti nama pada 9 Juli setelah undang-undang ditandatangani Gubernur Ron DeSantis.

Memo Internal dan Tanggapan United Airlines

Memo yang bocor memberikan panduan khusus bagi agen reservasi dalam menangani keluhan penumpang yang marah atas perubahan nama.

"Jika pelanggan tidak ingin terbang ke bandara itu, gunakan wewenang Anda untuk menawarkan alternatif yang dapat diterima seperti Bandara Fort Lauderdale atau Bandara Internasional Miami," demikian bunyi memo tersebut.

United Airlines secara resmi menanggapi kebocoran itu dengan menyatakan bahwa pesan internal tersebut tidak akurat mewakili kebijakan perusahaan.

"Pesan itu dirumuskan dengan buruk dan tidak akurat," kata United kepada FOX Business.

>>> Gelombang Panas Ekstrem Hantam AS, Rekor Suhu Pecah

Maskapai menegaskan bahwa meskipun perubahan tiket diizinkan dalam pedoman standar, keberatan terhadap nama bandara bukan alasan yang sah untuk penghapusan biaya.

"Pelanggan United dapat melakukan perubahan tiket tanpa biaya karena banyak alasan. Namun, kebijakan kami tidak mengizinkan perubahan karena nama bandara atau kode tiga huruf," kata juru bicara United.

Reaksi Publik dan Penumpang