Bandara Internasional Kuwait mengalami gangguan operasional besar pada Sabtu, 18 Juli 2026, akibat penutupan wilayah udara nasional.

Sebanyak sembilan penerbangan dibatalkan dan 48 penerbangan lainnya mengalami penundaan di rute regional dan internasional.

>>> Bencana Iklim Melanda AS: Pantai Timur Tercekik Asap, Texas Tenggelam Banjir

Kemacetan jadwal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer regional setelah serangan Iran dan intersepsi pertahanan udara aktif di dekat Selat Hormuz.

Koridor penerbangan yang menghubungkan Eropa, Asia Selatan, dan Teluk terdampak signifikan.

Dampak pada Maskapai Penerbangan

Berdasarkan data FlightAware, Kuwait Airways menangani 29 layanan yang tertunda, sementara Jazeera Airways mencatat sembilan penundaan.

>>> Permukaan Air Canyon Lake Melonjak Akibat Banjir Besar di Texas

Maskapai seperti Qatar Airways, Saudia, Akasa Air, dan Emirates masing-masing membatalkan dua penerbangan.

Peraturan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait mewajibkan maskapai menyediakan makanan panas, minuman, dan akomodasi semalam jika penundaan melebihi enam jam.

Maskapai internasional dari pasar Eropa, termasuk Prancis, Belanda, dan Inggris, terus memantau situasi karena jalur penerbangan yang dialihkan menciptakan waktu transit lebih lama dan kebutuhan bahan bakar tambahan.

>>> Oliver Glasner Tunjuk Starting XI Kuat untuk Laga Perdana Nottingham Forest

Kuwait Airways mengarahkan penumpang untuk memantau pembaruan teks resmi dan menghubungi layanan pelanggan melalui hotline atau WhatsApp untuk mengecek jadwal keberangkatan terkini sebelum menuju bandara.