Iran melancarkan serangan terhadap pembangkit listrik dan pabrik desalinasi Kuwait pada Sabtu (18/7).

Serangan ini merupakan balasan atas gempuran Amerika Serikat terhadap fasilitas Iran di Provinsi Hormuzgan sehari sebelumnya.

>>> Prabowo Bangga TNI Pakai Jip Maung Meski Lebih Mahal dari Impor

Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait mengonfirmasi terjadi kebakaran di salah satu komponen pembangkit listrik dan pabrik desalinasi pasca serangan.

Untuk menjaga keselamatan, sejumlah unit pembangkit diputuskan sementara.

Kementerian menyatakan bahwa rencana operasional dan darurat telah diaktifkan segera setelah insiden. Langkah ini memastikan jaringan listrik dan air tetap beroperasi dan meminimalkan dampak pada layanan publik.

Serangan Balasan Iran

Serangan terhadap Kuwait terjadi setelah AS menyerang fasilitas listrik dan air milik Iran di Hormuzgan pada Jumat (17/7) malam.

Akibat serangan itu, pasokan air minum di daerah pesisir Bunji terputus.

>>> Herdman: Timnas Indonesia Makin Solid dan Percaya Diri

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengutuk serangan AS dan menyebutnya ilegal.

Ia menegaskan bahwa AS menyerang infrastruktur sipil dan menewaskan delapan orang, termasuk dua penyandang disabilitas.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang dermaga pendukung bahan bakar armada AS di pelabuhan Al Ahmadi Kuwait.

Mereka juga menghancurkan pusat sinyal dan telekomunikasi AS di negara tersebut.

Sirene serangan udara berbunyi di Kuwait pada Sabtu pagi.

>>> EA Sports Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Selalu Tepat

Militer Kuwait berjibaku mencegat rudal dan drone yang memasuki wilayah udara mereka, sementara penerbangan Kuwait Airways dihentikan sementara.