Predator Gaming Indonesia resmi menjadi perangkat resmi untuk seluruh turnamen VALORANT Esports APAC sepanjang musim kompetisi 2026.

Penunjukan ini menegaskan peran teknologi gaming premium dalam mendukung kompetisi esports berstandar internasional.

>>> Andal Kharisma HCM: Platform HR Berbasis AI untuk Digitalisasi SDM

Perangkat Predator akan digunakan di berbagai ajang bergengsi, seperti VALORANT Champions Tour (VCT) Pacific, VALORANT Challengers APAC, Last Chance Qualifiers, Offline Final VCL, dan Game Changers APAC.

Pada VCT Pacific Stage 1 dan Stage 2, desktop Predator Orion 7000 menjadi perangkat utama bagi seluruh atlet profesional.

Sementara itu, laptop Predator Helios Neo 16S AI digunakan dalam proses map veto sebelum pertandingan dimulai.

Predator juga memastikan Orion 7000 kembali digunakan pada turnamen Game Changers APAC yang akan berlangsung pada September 2026.

Untuk kompetisi VALORANT Challengers APAC, Offline Final VCL, dan Last Chance Qualifiers, Predator menyediakan Orion 5000 sebagai perangkat utama pemain.

Ekosistem kompetisi juga dilengkapi Nitro Lite 16 untuk tim pelatih, monitor gaming Nitro XF252QF untuk pemain, dan Nitro VG271U untuk pelatih.

>>> 57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran

Validasi Teknologi untuk Esports Profesional

Gaming Marketing Communications Manager Acer Indonesia, Renaldy Felani, menyatakan kepercayaan terhadap lini Predator menjadi bukti bahwa teknologi Acer memenuhi standar kompetisi esports dunia.

"Kepercayaan terhadap jajaran perangkat Predator sebagai official tournament devices di berbagai kompetisi VALORANT esports APAC menjadi validasi atas performa dan reliabilitas teknologi yang kami hadirkan," ujar Renaldy dalam keterangan resmi, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, perangkat turnamen profesional harus memberikan performa konsisten, latensi rendah, dan stabilitas maksimal agar pertandingan berlangsung kompetitif tanpa hambatan teknis.