Setidaknya delapan warga Palestina tewas dan 20 lainnya luka-luka setelah sebuah drone Israel menghantam kerumunan yang sedang menggelar pemakaman di Jalur Gaza, Jumat (17/7).

Serangan terjadi saat warga berkumpul di luar Masjid Ahmad Yassin di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, untuk memulai prosesi pemakaman seorang warga yang tewas oleh pasukan Israel pada pagi harinya.

>>> Dicap Penakut karena Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah jenazah dan korban luka tergeletak di jalan dengan darah bersimbah.

Pelanggaran Gencatan Senjata

Kantor Media Gaza menyatakan tentara Israel telah menewaskan lebih dari 25 warga Palestina dalam 72 jam terakhir, menargetkan pasar, pemakaman, pertemuan sipil, dan rumah-rumah penduduk.

Mereka mengecam "peningkatan kejahatan sistematis" terhadap warga sipil yang melanggar hukum humaniter internasional.

>>> Kelakar Trump Usai Inggris Tersingkir, Harry Kane Jadi Sorotan

Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran tersebut telah menewaskan 1.127 warga Palestina dan melukai 3.643 lainnya per Kamis (16/7).

>>> Aktivis India Dievakuasi ke RS Usai Mogok Makan 20 Hari

Secara total, korban tewas oleh pasukan Israel telah mencapai lebih dari 73 ribu orang, dengan lebih dari 173 ribu luka-luka dan sekitar 90 persen infrastruktur sipil hancur.