Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kembali menegaskan bahwa negaranya tidak gentar terhadap ancaman Israel.

Pernyataan itu disampaikan di tengah rencana pengusiran warga Israel yang memegang paspor negara tersebut dari Malaysia.

>>> Milisi Irak Pro Iran Janjikan Rp179 Miliar untuk Pembunuh Trump

Seruan tegas itu pertama kali dilontarkan Anwar pada Oktober 2025. Saat itu ia mengutuk keras kebiadaban Zionis di Jalur Gaza.

Anwar menegaskan tidak ada pihak yang bisa mengintimidasi Malaysia untuk berhenti mengutuk agresi Israel dan mendukung Palestina.

Ia mengaku mendapat kritik dari sejumlah kalangan di Eropa, Amerika Serikat, dan Israel.

"Saya katakan selama saya diberi mandat oleh rakyat, saya menolak ancaman. Kami akan tetap berjuang," ujar Anwar dalam aksi Solidaritas dengan Palestina di Stadion Axiata Arena.

Ia meminta siapa pun jangan bermimpi mengancam Malaysia. Menurutnya, rakyat Malaysia paham arti kebebasan.

>>> Sanchez dan Trump Akan Duduk Bersama di Final Piala Dunia 2026

"Rakyat Malaysia telah berada di sana (untuk Palestina) hingga hari ini. Dan kami akan terus melakukannya tanpa rasa takut," kata Anwar.

Anwar kembali menegaskan Malaysia mengutuk keras segala bentuk agresi. "Kita berbicara tentang kemanusiaan, keadilan, hak asasi manusia bagi umat Muslim, Hindu, Buddha, dan Kristen.

Kita menghormati mereka sebagaimana mereka menghormati kita."

Ia menyebut tingkat agresi Israel sudah mencapai tingkat kegilaan. "Perempuan dan anak-anak dibantai, rumah sakit dan sekolah dibom.

>>> Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026

Di manakah keadilan, kemanusiaan, dan hak-hak demokrasi yang dibicarakan Barat?" katanya.