Puluhan pemukim Israel menargetkan rumah, kendaraan, fasilitas umum, dan lahan pertanian warga Palestina di sejumlah kota di Tepi Barat yang diduduki pada Kamis, di bawah perlindungan pasukan militer Israel.

Serangan terkoordinasi ini menyebabkan kerusakan properti yang meluas dan intimidasi terhadap komunitas di wilayah Salfit, Jenin, Nablus, dan Ramallah.

>>> Free Fire: Event Blue Lock Chapter 2 Hadir, Dapatkan 3 Bundle dan 2 Emote Gratis

Penghancuran Sekolah dan Kebun Zaitun

Di Nablus, sekelompok pemukim menghancurkan total Sekolah Dasar Campuran Yanun yang terletak di dekat kota Aqraba, beberapa bulan setelah keluarga setempat dipaksa mengungsi akibat serangan milisi yang meningkat.

Di kota Salfit, Tepi Barat tengah, pemukim memasuki area Khallet al-Haramiya dan menghancurkan puluhan pohon zaitun milik petani lokal Mihyoub dan Yousef al-Dik.

Secara bersamaan, empat pemukim menggunakan kendaraan off-road melakukan tur provokatif melalui ladang pertanian dekat Ajjah di Jenin, menyusul keputusan resmi baru-baru ini untuk memulihkan akses ke situs kolonial Tarsala yang telah dievakuasi.

>>> 5 Cara Mengembangkan AI untuk Pemula

Di Ramallah, pemukim memasuki zona pemukiman di desa Deir Jarir di bawah pengawalan militer, di mana mereka merusak kendaraan warga Palestina yang diparkir dan mengintimidasi penduduk setempat.

Menurut laporan dari sumber lokal dan Komisi Perlawanan Tembok & Kolonisasi, tindakan ini merupakan bagian dari strategi sistematis untuk memperluas pos-pos kolonial dan membatasi kehadiran Palestina di daerah pedesaan.

>>> Pixel 11a Dikabarkan Bakal Bawa Perubahan Hardware Besar yang Dinantikan

Hari kekerasan itu bertepatan dengan operasi militer besar-besaran terpisah oleh pasukan pendudukan Israel yang melibatkan penggeledahan rumah, pembatasan pergerakan, dan penculikan di 11 distrik, termasuk Betlehem, Yerusalem, dan Hebron.